ADVERTISEMENT

Aksi Bersih DAS Krueng Peusangan, Ratusan Relawan Turun Tangan

HARIE.ID, TAKENGON | Sungai bukan sekadar aliran air. Ia adalah nadi kehidupan. Dan di Aceh Tengah, nadi itu kembali dibersihkan, dirawat, dan dijaga melalui Gerakan Bersih dan Lestari Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan, yang berlangsung selama dua hari penuh 13–14 Juni 2025.

Lebih dari 300 relawan yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, organisasi kepemudaan, hingga komunitas lingkungan turun langsung ke sungai dan sepanjang jalurnya.

Aksi ini bukan hanya simbolik. Mereka mengayuh perahu karet menyusuri aliran sungai sambil memungut sampah, berjalan kaki membersihkan tepian, hingga memasang spanduk dan poster edukatif bertema “Ayo Peduli dan Sadar Sampah.”

BACA JUGA

Rute aksi dimulai dari destinasi wisata Arung Jeram Lukup Badak hingga Desa Sanehen, sebelum peserta kembali ke titik awal menggunakan kendaraan. Sungai yang biasanya hanya jadi tempat rekreasi, kini menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan refleksi.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh tiga lembaga yang peduli akan kelestarian lingkungan LSM LIPGA Aceh Tengah, ProSAT, dan Koperasi Jasa Syariah Wisata Alam Gayo.

Para peserta berasal dari berbagai latar belakang seperti BEM dan DEMA kampus-kampus di Aceh Tengah, pelajar SMPN IT Takengon dan SMAN 1 Takengon, serta OKP seperti PII, KNPI, KGPK, Remaja Masjid Ruhammah, dan masih banyak lagi.

Tak hanya dukungan dari masyarakat sipil, kegiatan ini juga melibatkan dan didukung oleh berbagai pihak Pemerintah Daerah Aceh Tengah, Dinas Pengairan Aceh, PT PIM Lhokseumawe, WALHI Aceh, BP DAS Krueng Aceh, PLTA Peusangan, serta Forum DAS Krueng Peusangan Bireun.

Ketua panitia pelaksana, Sunardi Gitiawa, menyampaikan, kegiatan tersebut adalah langkah awal yang diharapkan mampu menginspirasi gerakan berkelanjutan.

“Dua hari memang tidak cukup untuk menyelesaikan semua persoalan, tapi ini bisa jadi pemicu, pelopor, dan teladan untuk aksi-aksi serupa di masa depan,” kata Sunardi, Jumat 13 Juni 2025.

Ia menambahkan, partisipasi aktif generasi muda dalam aksi ini adalah investasi sosial yang besar.

“Semoga ini jadi pilot project untuk para peserta. Mari kita dukung pemerintah daerah mewujudkan Aceh Tengah yang bersih, sehat, dan lestari. Karena semakin bersih, semakin sehat. Semakin sehat, semakin baik,” pungkasnya.

Aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS) di sungai ini bukan hanya kegiatan bersih-bersih biasa. Ini adalah pernyataan sikap. Bahwa anak muda Aceh Tengah peduli, bahwa masyarakat bersatu, dan bahwa sungai bukan tempat buangan, melainkan sumber kehidupan yang harus dilindungi.

| AKIB

BERITA TERKAIT