HARIE.ID | TAKENGON – Sebanyak 219 ekor kuda pacu dari 11 kabupaten/kota di Aceh, di bawah naungan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), siap menorehkan sejarah dalam ajang pacuan kuda bergengsi di Lapangan H.M Hasan Blang Bebangka, Pegasing.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Tengah, Sukirman, menegaskan, pacuan kuda bukan hanya soal adu kecepatan, melainkan juga warisan budaya yang terus dijaga.
“Selamat bertanding untuk seluruh peserta. Tetap junjung tinggi sportivitas dan jadikan arena ini sebagai panggung kehormatan,” katanya, Senin 25 Agustus 2025.
Sementara itu, Ibnu Akbar, Ketua Harian KONI Aceh Tengah, menekankan, pelaksanaan tahun ini memiliki nilai lebih dibanding event sebelumnya.
Ajang ini menghadirkan dua kategori sekaligus, yakni pacuan prestasi dan pacuan tradisional perpaduan olahraga dan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Gayo.
“Ini bagian dari tanggung jawab KONI dalam membina atlet berprestasi, sekaligus melestarikan tradisi leluhur kita,” ujarnya.
Lebih jauh, Ibnu mengungkap, hampir 20 tahun Pordasi berdiri di tiga Kabupaten, Aceh Tengah , Bener Meriah dan Gayo Lues belum pernah ada satu pun event resmi yang terdaftar di KONI Provinsi Aceh.
Alhasil, event besar di tingkat kabupaten kota selama ini belum bisa terintegrasi ke level provinsi.
“Tahun ini menjadi momentum penting, karena dari sinilah jalan pembinaan atlet pacuan kuda Aceh menuju pentas lebih tinggi dapat terbuka lebar,” tegasnya.
Diketahui, event dalam dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 Republik Indonesia itu berlangsung mulai 25-31 Agustus 2025 mendatang.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga didampingi Wakil Bupati, Muchsin Hasan serta Anggota DPRA Aceh, sekaligus Ketua KONI Aceh Tengah dan Ketua Pordasi Aceh, Rahmudin.
Tahun ini, KONI Aceh Tengah ditunjuk Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sebagai panitia pelaksana.
Laporan | Karmiadi