HARIE.ID | TAKENGON — 12 race penuh gengsi yang mempertemukan kuda-kuda terbaik dari Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, hingga Bireuen siap guncang lapangan H. M Hasan Blang Bebangka, Pegasing, Selasa 26 Agustus 2025.
Race 1 – Kelas F Muda Jarak 1000 Meter
6 kuda mengawali perlombaan, Samudra Permata, Fifit Love, Mungkur Linge, Lengkio Kala Kanis, Gas Gas, Merador.
Race 2 – Kelas F Muda Jarak 1000 Meter
6 kuda kembali menghibur penonton: Rangut Igung, Gayo Taris Pramata, Kala Gemasih, Permata Sigapi, Tajuk Kepies, Putri Cike.
Race 3 – Kelas F Muda Jarak 1000 Meter
6 kuda tampil di lintasan, King Speed Original, Catlya, Delta Segunye, Mutiara Bumi, Genting Dragon, Cincimpala.
Race 4 – Kelas F Muda Jarak 1000 Meter
6 kuda menutup sesi pagi, Salona, Cakra Donya, Lingang KTL, Torpedo Permata, Bintang JRG, Naga Hitam.
Race 5 – Kelas D Muda Jarak 1100 Meter
6 kuda tampil memanaskan arena, Topong 98, Beru Bebulon, Bintang Cemerlang, Hercules, Lizaz, Depe Love.
Race 6 – Kelas D Muda Jarak 1100 Meter
5 kuda beradu cepat, Menara Junior, Moun Khafi, Arasko, Princess Leonardo, Pesona Mentari.
Race 7 – Kelas D Muda Jarak 1100 Meter
6 kuda bertanding ketat, Entan Pase, Farirru, Hegemoni Tahta Mahkota, Ratu Selanga, Gireh Kenko, Galak Berpacu.
Race 8 – Kelas D Muda Jarak 1100 Meter
5 kuda turun ke arena, Mavi Arjorja, Salena Queen, Binter Quin, Bintang Bandar, Putri Teratai.
Race 9 – Kelas C Muda Jarak 1200 Meter
4 kuda tampil menyedot perhatian, Bicer Mencike, Dragon Boy, Namini Lancuk Leweng, Atir.
Race 10 – Kelas C Muda Jarak 1200 Meter
4 kuda menambah panas persaingan Classic Dancer, Mox S. Junior, Pesona Arbo, Talita.
Race 11 – Kelas C Muda Jarak 1200 Meter
4 kuda memacu kecepatan, Pantas Gayo, Kin Juara, Beru Pirak, Lintes Kanis.
Race 12 – Kelas C Muda Jarak 1200 Meter
4 kuda menutup laga hari kedua, Enable, Bhara Satya, Pangeran Sedenge, Belona Arias.
Total 59 ekor kuda dilepas di lintasan pada hari kedua. Sorakan penonton, warna-warni joki, dan derap kuda pacu menjadikan suasana di Blang Bebangka penuh gegap gempita.
Pacuan kuda ini bukan hanya adu cepat, tetapi juga menjaga tradisi Gayo yang telah turun-temurun, sembari menjadi hiburan rakyat dalam merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Laporan | Karmiadi