HARIE.ID | BANDA ACEH — Koordinator Aksi Pemerhati Lingkungan Sosial dan Budaya Gayo (Perlibas Gayo), Syahputra Ariga, menanggapi pernyataan Ismadi, yang menuding aksi demonstrasi menolak beroperasinya PT Jaya Media Internusa (JMI) di wilayah Kecamatan Linge didanai oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga.
Dalam tudingannya, Ismadi yang mengatasnamakan masyarakat Linge menyebut aksi yang dilakukan oleh Perlibas Gayo di Banda Aceh bukan murni gerakan masyarakat, melainkan ada dukungan dana dari pejabat tertentu.
Menanggapi hal tersebut, Syahputra menegaskan, tudingan itu tidak berdasar dan bersifat fitnah publik.
Ia bahkan menantang pihak yang menyebarkan klaim itu untuk membuktikan secara faktual dan hukum.
“Kami menantang pihak yang mengatasnamakan masyarakat Linge untuk membuktikan tuduhan tersebut. Jika tidak mampu, maka pernyataan itu adalah bentuk pembodohan publik, upaya pengalihan isu dari persoalan lingkungan yang lebih besar, serta tuduhan palsu. Jika tidak bisa dibuktikan, kami akan melaporkan pernyataan itu ke pihak berwajib,” tegas Syahputra.
Menurutnya, aksi yang dilakukan Perlibas Gayo di Banda Aceh merupakan gerakan konstitusional masyarakat sipil yang peduli terhadap kelestarian hutan dan keselamatan sosial-budaya masyarakat Gayo, khususnya di wilayah Linge dan sekitarnya.
“Kami berdiri atas dasar kesadaran kolektif, bukan pesanan politik. Fokus kami adalah keadilan ekologis dan keberlanjutan hidup masyarakat, bukan kepentingan politik siapa pun,” lanjutnya.
Syahputra juga meminta publik agar tidak mudah mempercayai klaim sepihak yang tidak memiliki bukti kuat.
“Kami terbuka untuk berdialog dengan siapa pun, termasuk masyarakat Linge yang ingin mencari kebenaran. Namun kami menolak segala bentuk manipulasi narasi yang dapat memecah solidaritas masyarakat Gayo,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi












