ADVERTISEMENT

Sambut Hari Ibu 2025, GOW Aceh Tengah Gelar Aneka Lomba 

HARIE.ID | TAKENGON – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Aceh Tengah menggelar tiga lomba tradisional dalam rangka menyambut Hari Ibu ke-97.

Ketua GOW Aceh Tengah, Arini Suryana, dalam sambutannya menyebut, budaya Gayo saat ini berada di titik rawan.

“Budaya Gayo hari ini sudah hampir tidak dikenal lagi oleh generasi muda,” ujarnya, Sabtu 22 November 2025 pagi.

BACA JUGA

Karena itu, GOW berkomitmen menjadikan panggung Hari Ibu sebagai ruang besar untuk merevitalisasi tradisi Gayo yang makin jarang terlihat di ruang publik.

Tiga lomba khas Gayo yang dimaksud adalah becanang, munapi oros, dan munyucuk tape.

“Kami ingin adat ini tetap hidup, tidak punah diam-diam bersama berlalunya generasi,” tambah Arini.

Arini berharap, ke depan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih besar agar GOW dapat terus berkiprah dan menyalakan api kebudayaan Gayo di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Aceh Tengah, Risnawati Haili Yoga mengajak tradisi itu diajarkan turun – temurun.

“Ajar anak-anak kita berbahasa dan berbudaya Gayo di rumah. Itulah cara agar adat budaya ini tidak hilang,” katanya.

Ia berujar, pelestarian budaya bukan hanya tugas organisasi, melainkan tanggung jawab kolektif yang dimulai dari keluarga, ruang paling awal tempat nilai-nilai diwariskan.

Kegiatan tersebut mengusung tema Ulak Ku Sedenge, turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah Susilawati, serta Kadis DP3TP3KB Helfi Triyansi.

Untuk menjaga keaslian dan nilai tradisi, lomba menghadirkan juri-juri yang berpengalaman di bidang masing-masing, diantaranya, Sari Murni, Nirwana dan Jul Rengga, Rabumah Abubakar Sungkit dan Baniar.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT