HARIE.ID | TAKENGON — Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga angkat suara terkait beredarnya informasi hoaks yang menuding Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 memperjualbelikan beras bantuan bencana.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman publik di tengah situasi darurat yang menuntut informasi akurat dan dapat dipercaya.
Menurut Bupati Haili Yoga, beras yang dijual kepada masyarakat bukanlah beras bantuan bencana, melainkan beras dari program Gerakan Pangan Murah (GPM), yaitu stok reguler Bulog yang memang disiapkan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok ketika terjadi kondisi darurat maupun lonjakan permintaan.
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan beberapa hal krusial, Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 tidak pernah memperjualbelikan beras bantuan bencana.
“Keterlibatan TNI–Polri hanya untuk membantu proses penyaluran dan penjualan beras murah GPM dari gudang Bulog kepada masyarakat,” kata Haili Yoga, Kamis 04 Desember 2025.
Keputusan itu kata dia, merupakan langkah bersama Forkopimda dan Bulog untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus mencegah gejolak harga di tengah situasi bencana.
Bupati menjelaskan, langkah ini diambil setelah gudang Bulog Takengon dipenuhi warga yang berbondong-bondong mencari beras murah.
Di saat yang sama, akses jalan menuju Aceh Tengah sempat terputus total akibat bencana, sehingga distribusi bahan pokok tersendat dan kebutuhan masyarakat semakin mendesak.
Untuk menghindari kepanikan massal, antrean panjang, hingga potensi kericuhan, Forkopimda Aceh Tengah bersama Bulog memutuskan meminta bantuan aparat Polres dan Kodim untuk memperlancar penyaluran. Dengan mekanisme ini, masyarakat tetap bisa membeli beras murah secara tertib, aman, dan terkontrol.
Bupati menegaskan, narasi yang menyebut aparat TNI–Polri menjual beras bantuan bencana adalah tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai fakta lapangan.
Ia juga mengimbau masyarakat Aceh Tengah agar tidak mudah termakan informasi yang tidak jelas sumbernya, serta selalu melakukan pengecekan sebelum menyebarkan kabar apa pun, terlebih di situasi bencana ketika ketenangan publik sangat diperlukan.
“Mari bijak menerima informasi. Pastikan kebenarannya, jangan ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan berita yang belum terverifikasi,” pungkas Bupati Haili Yoga.
Laporan | Karmiadi












