ADVERTISEMENT

Krisis Air di RSUD Datu Beru Takengon, Ambulans Angkut Air, Pasien Cuci Darah Terancam

HARIE.ID | TAKENGON — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon menghadapi situasi darurat akibat kelangkaan air bersih yang semakin parah.

Krisis ini mulai berdampak langsung pada layanan kesehatan, kebersihan lingkungan rumah sakit, hingga keselamatan pasien kritis.

Lingkungan RSUD kini tampak kurang sehat, lantaran suplai air hampir tidak ada. Kepala Kesehatan Lingkungan RSUD Datu Beru, M. Nasir, mengungkap, pihak rumah sakit terpaksa melakukan tindakan darurat yang tidak biasa, menggunakan mobil ambulans untuk mengangkut air.

BACA JUGA

“Kebutuhan air sangat mendesak. Untuk layanan Hemodialisa (HD) saja, rumah sakit membutuhkan minimal 10 kubik air per hari. Itu belum termasuk kebutuhan pasien rawat inap, ruang operasi, dan sanitasi,” katanya menjawab Harie.id, Kamis 04 Desember 2025.

Setiap hari pasca bencana kata dia, petugas RSUD harus bekerja siang malam mengambil air dari pinggiran Danau Lut Tawar.

Namun operasional darurat ini menghadapi kendala lain, keterbatasan BBM yang membuat aktivitas pengangkutan semakin terhambat.

Kondisi ini semakin menekan tenaga medis, yang harus memastikan layanan tetap berjalan di tengah minimnya sumber daya.

Dalam kondisi darurat ini, RSUD Datu Beru sangat membutuhkan mobil tangki air yang layak untuk menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.

“PDAM kemungkinan masih lama untuk normal kembali. Sementara layanan kesehatan tidak bisa berhenti. Kami benar-benar butuh bantuan mobil tangki,” ujar M. Nasir.

Jika krisis air terus berlanjut, beberapa layanan penting berpotensi terhenti, Hemodialisa (cuci darah), Layanan rawat inap, sterilisasi alat medis, ruang bersalin dan operasi, sanitasi ruangan dan fasilitas umum.

Pasien-pasien yang sedang menjalani perawatan intensif pun mulai dirundung kecemasan, sementara keluarga pasien khawatir layanan kesehatan dapat kolaps kapan saja.

Rumah sakit kini berharap bantuan semua pihak untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.

RSUD Datu Beru menjadi rumah sakit rujukan terbesar di Aceh Tengah, sehingga gangguan air bersih dapat berdampak pada ribuan warga.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT