HARIE.ID | TAKENGON — Dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 25 hingga 5 Desember 2025 di Kabupaten Aceh Tengah terus meluas.
Data terbaru yang dirilis pemerintah daerah menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah warga terdampak, kerusakan infrastruktur, serta wilayah yang terisolasi.
Sebanyak 234.710 jiwa kini tercatat terdampak banjir, longsor, dan kerusakan akses jalan di 14 kecamatan. Kondisi tersebut memperparah situasi kemanusiaan, terutama di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.
Laporan Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika merinci, 23 warga meninggal dunia, 24 orang hilang, 6 mengalami luka berat dan 52 luka ringan.
Tim SAR masih terus melakukan pencarian di beberapa lokasi yang sebelumnya belum dapat dijangkau akibat akses jalan yang tertimbun longsor atau putus total.
Kondisi lapangan semakin memprihatinkan seiring bertambahnya jumlah pengungsi menjadi 35.706 jiwa.
Mereka tersebar di 99 titik pengungsian yang didirikan pemerintah daerah bersama TNI–Polri dan relawan.
Selain itu, 587 warga luar daerah yang berada di wilayah terdampak juga ikut dievakuasi ke lokasi aman.
Salah satu tantangan terbesar adalah akses yang terputus di berbagai penjuru kabupaten. Data menunjukkan 97 kampung terisolir, 61.983 jiwa tidak dapat diakses melalui jalur darat, 78 ruas jalan kabupaten, 7 ruas jalan provinsi, 4 ruas jalan nasional dan 84 jembatan rusak atau putus (Nasional, Provinsi, Kabupaten).
Kerusakan tersebut menyebabkan logistik hanya bisa dikirim melalui jalur udara ke titik-titik prioritas.
Kerusakan permukiman dan fasilitas umum juga meluas. Tercatat 3.148 rumah mengalami rusak berat, sedang, maupun ringan.
Selain itu, 235 tiang listrik roboh, air bersih mati di 14 kecamatan, akses air ke RSUD Datu Beru terputus total, telekomunikasi dan internet putus di 14 kecamatan.
Situasi ini membuat proses evakuasi dan pendataan berjalan lambat, terutama pada malam hari.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah melaporkan kondisi terkini ke Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.
Bantuan tambahan berupa helikopter, alat berat, dan logistik darurat diminta segera dikirim untuk mempercepat pembukaan akses ke desa-desa terisolir.
Sementara itu, tim gabungan BPBD, BNPB, TNI–Polri dan lintas sektor terus berupaya membuka jalur-jalur yang tertutup material longsor.
Kata Andalika, pendataan masih berlangsung. Angka korban jiwa, kerusakan rumah, hingga wilayah terisolir diperkirakan dapat berubah seiring tim lapangan berhasil mencapai lebih banyak lokasi terdampak.
Laporan | Karmiadi
![[Hari Ke-11] 97 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Butuh Tambahan Helikopter](https://harie.id/wp-content/uploads/2025/12/FB_IMG_1764931710415.jpg)











