HARIE.ID | TAKENGON — Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sepanjang November 2025 meninggalkan dampak besar pada sektor perumahan.
Berdasarkan data yang dirilis Kepala BPBD Aceh Tengah, Ir. Andalika, ST, tercatat 2.148 unit rumah rusak berat di 14 kecamatan.
Kerusakan ini akibat cuaca ekstrem, banjir, dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Dari seluruh Kecamatan, Kecamatan Linge menjadi wilayah dengan kerusakan rumah berat tertinggi, yaitu 454 unit, disusul oleh Kecamatan Rusip Antara dengan 351 unit, serta Kecamatan Bintang dengan 352 unit.
Kecamatan Bintang 352 rumah, Lut Tawar 139 rumah, Kebayakan 252 rumah, Bebesen 10 rumah, Bies 2 rumah, Ketol 173 rumah, Silih Nara 55 rumah, Pegasing 294 rumah, Celala 48, Kute Panang 10 rumah, Linge 454, Rusip Antara 351rumah,
Jagong Jeget 6 unit rumah dan Atu Lintang 2 unit rumah.
Berikut beberapa kecamatan dengan kerusakan rumah berat terbesar Linge 454 unit, Bintang 352 unit, Rusip Antara 351 unit, Kebayakan 252 unit, Ketol 173 unit.
BPBD Aceh Tengah memastikan, 14 Kecamatan masuk dalam peta terdampak, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Kecamatan yang relatif kecil seperti Atu Lintang, Jagong Jeget, dan Bies juga dilaporkan mengalami kerusakan rumah meski dalam jumlah yang lebih rendah.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, menegaskan, data tersebut merupakan pembaruan terbaru hasil verifikasi lapangan yang dilakukan bersama aparat Kecamatan serta perangkat desa.
“Ini adalah data valid hasil pendataan langsung. Kerusakan rumah rusak berat mencapai 2.148 unit di Aceh Tengah. Kami terus melakukan asesmen untuk memastikan akurasi bantuan yang akan disalurkan,” pungkas Andalika, Jum’at 05 Desember 2025.
Data yang dihimpun, sebanyak 725 unit rumah rusak sedang dan 275 unit rumah mengalami rusak ringan.
Laporan | Karmiadi












