ADVERTISEMENT

[Hari Ke-12] Anak-Anak Terjebak di Wilayah Terisolir Aceh Tengah, Kebutuhan Balita Kritis

HARIE.ID | TAKENGON – Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sejak 25 hingga 6 Desember 2025 kian mengkhawatirkan.

Laporan resmi BPBD Aceh Tengah mencatat sebanyak 234.710 jiwa terdampak, dengan kerusakan masif pada infrastruktur, permukiman, hingga akses komunikasi.

Data yang dirilis Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, Sabtu 06 Desember 2025 menggambarkan situasi kritis yang masih berlangsung hingga hari ini.

BACA JUGA

Bencana ini menyebabkan 23 warga meninggal dunia, sementara 22 orang masih dinyatakan hilang.

Selain itu, BPBD melaporkan 6 warga mengalami luka berat dan 52 luka ringan.

Sebanyak 98 titik pengungsian telah dibuka di seluruh kabupaten. Total pengungsi mencapai 35.986 jiwa, sementara 587 orang lain terjebak karena berada di wilayah yang paling terdampak.

Bencana juga mengakibatkan kerusakan besar pada permukiman warga, 3.148 rumah rusak (kategori berat, sedang, dan ringan) tersebar di 14 kecamatan.

Infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, dan telekomunikasi banyak yang terputus.

BPBD juga memverifikasi bahwa 235 tiang listrik roboh dan 14 kecamatan mengalami putusnya akses telekomunikasi/internet.

Akses ke berbagai wilayah kini sangat terbatas, 81 ruas jalan kabupaten terputus, 7 ruas jalan provinsi rusak parah, 4 ruas jalan nasional tidak dapat dilalui, 15 jembatan nasional terputus, 55 jembatan kabupaten rusak.

Kondisi ini membuat 6 kecamatan terisolir total, khususnya wilayah Bintang, Rusip Antara, Celala, dan Linge.

Dalam catatan BPBD, sejumlah kebutuhan mendesak dilaporkan mulai kritis, daerah terisolir belum tersentuh bantuan, BBM habis, sangat menghambat mobilitas evakuasi, gas dan bahan pangan semakin terbatas, obat-obatan mulai menipis, kebutuhan balita sangat kritis.

Sementara itu, RSUD Datu Beru Takengon mengalami gangguan akses air bersih, dengan BPBD melaporkan akses air ke rumah sakit terputus total.

Terputusnya jalan dan jembatan membuat hubungan antarwilayah lumpuh. Puluhan desa tidak dapat diakses kendaraan, bahkan sebagian hanya bisa ditembus lewat jalur darat ekstrem atau udara.

Meski cuaca masih tidak bersahabat dan akses lumpuh, BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah kecamatan terus melakukan operasi penyelamatan serta pengiriman bantuan darurat ke wilayah yang bisa dijangkau.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Ir. Andalika, menegaskan, upaya percepatan pemulihan terus dilakukan dan seluruh data lapangan akan diperbarui secara berkala.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT