ADVERTISEMENT

18 GM Terisolir Bersama Warga di Takengon, Parkside Hotel Group Bantu Beras 1,8 Ton

HARIE.ID | TAKENGON – Parkside Hotel Group melalui program CSR darurat bertajuk “Parkside Peduli Aceh”, jaringan hotel internasional salurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah.

Parkside Hotel Group merupakan jaringan hotel internasional yang bermarkas di London, Inggris. Berdiri sejak 1975, Parkside kini berkembang menjadi brand perhotelan global dengan berbagai properti di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Di Aceh Tengah, Parkside mengelola Parkside Gayo Petro Hotel Takengon dan Portola Grand Renggali Hotel.

BACA JUGA

Bencana yang melanda Aceh Tengah disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Banjir bandang dan longsor menyebabkan akses darat terputus, jembatan ambruk, serta sejumlah wilayah terisolir total. Bahkan, Takengon sempat terputus dari dunia luar akibat lumpuhnya jalur transportasi dan jaringan komunikasi.

Situasi tersebut juga berdampak langsung pada internal Parkside Hotel Group. Saat bencana terjadi, manajemen Parkside tengah menggelar GM Conference di Portola Grand Renggali Hotel Takengon. Hujan deras tanpa henti memicu longsor dan banjir besar yang menutup seluruh akses keluar-masuk kota.

Sebanyak 18 General Manager dan eksekutif Parkside Hotel Group dilaporkan terjebak di Takengon selama hampir tujuh hari tanpa listrik dan internet.

Jalan menuju Bandara Rembele maupun jalur darat keluar kota terputus total. Para eksekutif baru dapat kembali ke kota masing-masing pada 1 Desember 2025 melalui penerbangan charter via Medan.

General Manager Parkside Gayo Petro Hotel, Erwin Swardugeni, mengatakan, bencana yang terjadi jauh melampaui perkiraan awal.

“Banjir, longsor, dan banjir bandang menyebabkan akses ke banyak desa terputus. Situasi ini bukan sekadar musibah, tetapi panggilan nurani bagi kami untuk ikut membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tengah,” ujarnya, Senin 15 Desember 2025.

Hal senada disampaikan President Director Parkside Hotel Group, Mugi Harjo. Ia menegaskan, musibah ini bukan hanya duka masyarakat Aceh, tetapi juga duka keluarga besar Parkside.

“Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen kemanusiaan, kami meluncurkan program Parkside Peduli Aceh untuk membantu korban banjir dan longsor di Aceh Tengah,” kata Mugi.

Program CSR ini difokuskan pada bantuan darurat bagi korban terdampak, sekaligus mendukung upaya pemulihan pascabencana.

Parkside berharap bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan warga serta mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, PJ. Pattel, Vice President Worldwide Operations Parkside Hotel Group Ltd, mengaku menyaksikan langsung dampak bencana saat berada di Takengon.

“Saya berada langsung di lokasi dan turut merasakan bagaimana Takengon terisolir tanpa listrik dan internet. Masyarakat kekurangan makanan dan air bersih. Situasi ini menyedihkan, namun saya juga melihat solidaritas dan kepedulian luar biasa dari masyarakat Aceh,” ungkapnya.

“I believe the recovery process will run quickly, and that disaster victims will be given strength and patience,” tambahnya.

Saat ini, Parkside Hotel Indonesia telah mengoperasikan sejumlah hotel di berbagai daerah, mulai dari Papua, Palembang, Pekalongan, Maninjau, Takengon, hingga Meulaboh.

Ke depan, Parkside juga terus memperluas jaringan melalui brand Portola Hotels and Resorts Indonesia, termasuk Portola Grand Arabia dan Portola Tiara Hotel Meulaboh, serta beberapa properti baru yang dijadwalkan beroperasi pada 2026.

Melalui Parkside Peduli Aceh, perusahaan berharap kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan Aceh Tengah serta mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi yang lebih baik.

Bantuan yang disalurkan sebanyak 452 sak beras dan mie instan dan telah diberikan ke Reje Nunang, Reje Toweren, Reje One – One, Posko LSM elang Herlambang dan Pasundan Aceh Tengah.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT