HARIE.ID | TAKENGON — Bendera putih mulai berkibar di Aceh Tengah. Di tengah kepungan bencana hidrometeorologi yang tak kunjung reda, kain putih itu terlihat terpasang di kawasan Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, seolah menjadi simbol keputusasaan warga yang kian terhimpit.
Pantauan Harie.id, Selasa 16 Desember 2025 Pukul 17.06 WIB, bendera putih tersebut disinyalir dikibarkan sebagai tanda “menyerah” menghadapi kondisi yang semakin sulit.
Bukan tanpa alasan, bencana yang melanda Aceh Tengah telah memutus akses, melumpuhkan distribusi logistik, dan membuat masyarakat terkurung dalam krisis berkepanjangan.
Harga pangan meroket tajam. Jika pun tersedia, jumlahnya sangat terbatas. Beras, gula, minyak goreng, telur, gas elpiji, BBM, hingga kebutuhan pokok lainnya menjadi barang langka.
Warga harus keluar Kabupaten (Kem-red) untuk memenuhi dapur masih bisa mengepul esok hari.
Aceh Tengah masih menjadi wilayah yang terisolasi. Jalur distribusi terganggu, pasokan tersendat, sementara daya beli masyarakat terus tergerus.
Dalam kondisi ini, bendera adalah simbol sunyi tentang lapar, cemas, dan harapan yang kian menipis.
Bendera putih adalah pesan darurat, “tolong kami”. Tolong sebelum ketahanan masyarakat benar-benar runtuh.
Tolong sebelum krisis ini memakan lebih banyak korban, bukan hanya oleh banjir dan longsor, tetapi oleh kelaparan dan keterbatasan hidup.
Hingga kini, Aceh Tengah masih dalam kondisi terkurung. Dan di Kampung Kemili, bendera putih terus berkibar, menunggu siapa yang benar-benar hadir untuk mendengarkan jeritan yang tak lagi sanggup diucapkan dengan kata-kata.
Laporan | Karmiadi












