HARIE.ID | TAKENGON – Pascabencana hidrometeorologi yang memutus akses jalan menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah, ketersediaan oksigen medis di rumah sakit rujukan dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Koordinator oksigen RSUD Datu Beru Takengon, Muhammad Nasir, S.KM, membenarkan dua truk bermuatan oksigen medis malam ini bergerak menuju Takengon dan Bener Meriah melalui jalur KKA arah Lhokseumawe.
“Ya, dua truk oksigen medis sedang dalam perjalanan. Satu berasal dari Medan dan satu lagi dari Banda Aceh,” ujar Muhammad Nasir, Jumat 19 Desember 2025 malam.
Pasokan oksigen tersebut kata dia, diperuntukkan secara khusus bagi RSUD Munyang Kute Bener Meriah dan RSUD Datu Beru Takengon, yang saat ini mengalami tekanan berat akibat jalur distribusi sempat lumpuh akibat banjir bandang dan longsor.
Pengiriman oksigen ini melibatkan Samator Gas – Serikat Galaxy Abadi (SGA), yang merupakan agen dan mitra distribusi dari PT Samator Indo Gas Tbk (Samatro), sebanyak 120 tabung oksigen medis dikerahkan untuk menopang layanan kesehatan di dua kabupaten terdampak.
Muhammad Nasir menegaskan, kondisi oksigen di RSUD Datu Beru Takengon berada pada fase paling mengkhawatirkan.
“Stok oksigen di RSUD Datu Beru berada di level kritis. Pengiriman ini sangat menentukan keberlangsungan pelayanan medis, terutama untuk pasien darurat dan penyakit pernapasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah tidak hanya merusak infrastruktur dan memutus akses logistik, tetapi juga berdampak langsung pada sistem layanan kesehatan.
“Kita harap tiba dengan tepat waktu,” pungkas Nasir.
Laporan | Karmiadi












