ADVERTISEMENT

Tali Sling Putus, Muchsin Hasan Nyaris Diterjang Maut di Sungai Bergang

HARIE.ID | TAKENGON — Deru arus sungai bercampur suara batu besar yang saling beradu sebagai saksi sebuah keputusan berani yang nyaris berujung maut.

Di tengah keterisolasian dan ancaman alam, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, memilih melangkah, bahkan ketika keselamatan pribadinya dipertaruhkan.

Hari Rabu 24 Desember 2025, di Sungai Bergang, Kecamatan Ketol, seutas tali sling yang menjadi satu-satunya penghubung menuju wilayah terdampak bencana tiba-tiba putus.

BACA JUGA

Tonton Videonya Disini   https://youtube.com/shorts/a_BpbWk5Fjk?si=u-FB3KTVbNbluEpd

Dalam hitungan detik, nyawa Wakil Bupati nyaris melayang, terancam terjatuh ke sungai berarus deras, berbatu tajam, dengan kedalaman hampir 10 meter.

Bukan dalam kenyamanan ruang rapat, melainkan di tengah alam liar yang belum pulih, Muchsin Hasan hadir. Ia menyeberangi sungai menggunakan tali sling sambil membawa sepeda motor trail, demi mencapai masyarakat yang berhari-hari terputus dari akses bantuan.

Situasi saat itu sangat berbahaya. Debit air masih tinggi, bebatuan besar tersebar tak beraturan, dan satu kesalahan kecil bisa berujung fatal.

Namun niat untuk melihat langsung penderitaan warganya mengalahkan rasa takut. Menembus Lumpur, Longsor, dan Jalan yang Nyaris Hilang.

Usai insiden mencekam tersebut, Muchsin Hasan tidak menghentikan langkahnya.

Ia melanjutkan peninjauan dengan kendaraan roda dua, menyusuri jalur berlumpur dan rusak parah di Kampung Bergang, Karang Ampar, hingga Pantan Reduk.

Sisa banjir bandang dan longsor masih nyata. Dari Jembatan Ayun menuju Kampung Karang Ampar, tercatat 14 titik longsor, dengan 5 titik longsor berat yang membuat akses warga nyaris lumpuh total. Bantuan tersendat, aktivitas ekonomi terhenti, dan warga bertahan dalam ketidakpastian.

Satu unit alat berat kini tengah bekerja membuka jalur, dan pemerintah berharap proses pemulihan dapat dipercepat demi mengakhiri keterisolasian yang berkepanjangan.

Di jembatan terputus menuju Dusun Pantan Jerik, Dusun kecil yang dihuni sekitar 20 kepala keluarga (KK) itu menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.

1 warga meninggal dunia dan hingga kini belum ditemukan, 8 unit rumah lenyap tergerus arus sungai, 1 unit menasah ikut tersapu derasnya banjir.

Di hadapan warga yang kehilangan rumah dan keluarga, Wakil Bupati tak hanya datang membawa jabatan, melainkan empati.

Ia menyapa, mendengar keluh kesah, dan menyebut negara hadir di tengah krisis.

“Kami akan tetap berusaha membuka keterisolasian wilayah ini secepatnya. Saat ini sudah ada satu alat berat, dan dalam beberapa hari ke depan diharapkan mulai beroperasi penuh di wilayah ini,” tegas Muchsin Hasan.

Kepekaan seorang pemimpin saat ini penuh dengan Risiko. Bencana kerap menguji bukan hanya kekuatan alam, tetapi juga keberanian dan kehadiran pemimpin.

Di Aceh Tengah, risiko tak menyurutkan langkah pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan warganya.

Perjalanan Wakil Bupati Muchsin Hasan di Sungai Bergang bukan sebatas kunjungan kerja.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT