ADVERTISEMENT

[Hari Ke-31] 11.791 Warga Aceh Tengah Masih Mengungsi 

HARIE.ID | TAKENGON – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah telah memasuki hari ke-31, namun ribuan warga masih belum bisa kembali ke rumah.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Aceh Tengah, hingga 26 Desember 2025, tercatat 11.791 jiwa masih mengungsi dan tersebar di 60 titik pengungsian.

Jumlah pengungsi tersebut merupakan bagian dari 234.710 jiwa warga Aceh Tengah yang terdampak langsung bencana, baik akibat kerusakan rumah, gangguan akses, hingga terisolirnya sejumlah wilayah.

BACA JUGA

Bencana hidrometeorologi salah satu yang paling berdampak luas dalam beberapa tahun terakhir di daerah berhawa sejuk tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika menyebut, pengungsi masih bertahan karena sebagian wilayah belum sepenuhnya pulih, terutama daerah yang akses jalannya terputus dan kampung-kampung yang masih terisolir.

“Masih ada 41 kampung terisolir dan 20.320 jiwa masyarakat yang kesulitan akses akibat jalan dan jembatan putus. Ini menjadi faktor utama warga belum bisa kembali ke rumah,” kata Andalika dalam laporannya.

Selain pengungsi, bencana ini juga menyebabkan 4.426 unit rumah rusak, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Kondisi tersebut membuat ribuan kepala keluarga terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat dan fasilitas umum yang dijadikan lokasi pengungsian.

Di sisi lain, infrastruktur masih menjadi persoalan krusial. BPBD mencatat 93 ruas jalan kabupaten, 7 ruas jalan provinsi, dan 4 ruas jalan nasional terputus. Tak hanya itu, 12 jembatan nasional, 3 jembatan provinsi, serta 78 jembatan kabupaten mengalami kerusakan atau terputus total.

“Wilayah Kecamatan Rusip Antara hingga kini masih terisolir dari akses ke ibu kota kecamatan,” kata Andalika.

Meski demikian katanya, sejumlah layanan dasar di wilayah perkotaan mulai berangsur pulih. Distribusi air bersih PDAM dan akses internet di sekitar Kota Takengon dilaporkan sudah kembali normal.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di daerah pedalaman.

BPBD Aceh Tengah juga menegaskan, daerah terisolir masih kekurangan logistik, terutama BBM, gas elpiji, bahan pangan, obat-obatan, serta kebutuhan balita.

Penyaluran bantuan disebut belum dapat menjangkau seluruh lokasi akibat keterbatasan akses darat.

Hingga hari ke-31 pascabencana, pemerintah daerah bersama lintas instansi masih terus melakukan upaya pembukaan akses, distribusi bantuan, serta pendataan lanjutan.

Bencana hidrometeorologi ini sendiri telah merenggut 24 korban jiwa, menyebabkan 4 orang hilang, serta 52 lainnya mengalami luka ringan.

Laporan | Karmiadi

BERITA TERKAIT