HARIE.ID | BANDA ACEH — Pemerintah kembali menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah melalui jalur udara pada Sabtu 10 Januari 2026.
Distribusi menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilakukan untuk mempercepat penyaluran bantuan ke kampung-kampung yang hingga kini masih sulit dijangkau karena akses darat belum sepenuhnya pulih.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana dan Banjir Aceh, Murthalamuddin mengatakan total bantuan yang disalurkan melalui udara hari ini mencapai 6.000 kilogram atau 6 ton.
Hal ini berdasarkan laporan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah.
“Penggunaan helikopter menjadi pilihan paling efektif agar bantuan segera diterima masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang akses jalannya belum normal,” kata Murthalamuddin.
Di Kecamatan Linge, bantuan masing-masing disalurkan ke Kampung Ise-Ise sebanyak 2.000 kilogram, Kampung Umang 500 kilogram, Kampung Delung Sekinel 500 kilogram, dan Kampung Linge 300 kilogram.
Sementara di Kecamatan Silih Nara, bantuan 300 kilogram disalurkan ke Kampung Terang Engon.
Di Kecamatan Ketol, bantuan masing-masing 300 kilogram dikirim ke Kampung Karang Ampar, Serempah, Pantan Reduk, Kekuyang, dan Buge Ara.
Adapun di Kecamatan Rusip Antara, bantuan masing-masing 300 kilogram diterima oleh Kampung Tirmi Ara, Arul Pertik, dan Pilar Jaya.
Murthalamuddin menyebutkan, secara kumulatif, total bantuan logistik yang telah disalurkan ke Aceh Tengah sejak 26 November 2025 hingga 9 Januari 2026 mencapai 984.975 kilogram. Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan pangan dan logistik dasar untuk menopang kebutuhan warga terdampak.
Ia juga menyampaikan optimisme bahwa masyarakat Aceh Tengah akan segera bangkit pascabencana. Hal ini berdasarkan semangat gotong royong yang kuat dari warga dan dukungan lintas pihak yang terus mengalir.
“Dengan kerja bersama, kami optimistis proses pemulihan akan berjalan lebih cepat dan kehidupan masyarakat berangsur normal,” pungkasnya.
Laporan | Arinos












