HARIE.ID | BANDA ACEH — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyiapkan bantuan khusus berupa sapi atau daging sapi untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang di Aceh menjelang bulan suci Ramadan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan sosial masyarakat Aceh, khususnya di tengah situasi pascabencana yang masih dirasakan di sejumlah daerah.
Rencana bantuan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Sabtu 10 Januari 2026.
Pemerintah Aceh menyambut baik rencana tersebut dan menilai langkah Presiden Prabowo sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi sosial, budaya, dan psikologis masyarakat Aceh.
Tradisi Meugang, yang dilaksanakan menjelang Ramadan, bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol kebersamaan, solidaritas, serta keadilan sosial yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem sebelumnya telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo mengenai pentingnya tradisi Meugang bagi masyarakat Aceh.
Dalam konteks pemulihan pascabencana, keberlangsungan tradisi ini dinilai memiliki makna strategis dalam menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan, pemerintah pusat tidak hanya memfokuskan perhatian pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, rumah ibadah, serta permukiman warga terdampak bencana.
Aspek sosial dan kearifan lokal juga menjadi bagian penting dari agenda pemulihan nasional.
“Pemulihan masyarakat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari terjaganya nilai-nilai sosial dan budaya yang menjadi identitas daerah,” ujar Tito.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, menyebut rencana bantuan Presiden Prabowo sebagai wujud empati dan kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh, khususnya warga terdampak bencana.
“Melalui bantuan ini, diharapkan masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi Meugang dengan penuh makna dan kebersamaan menjelang Ramadan,” ujar Nasir.
Tradisi Meugang sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang dilaksanakan dengan memasak dan menyantap daging bersama keluarga serta lingkungan sekitar menjelang Ramadan.
Tradisi ini telah lama menjadi perekat sosial, sekaligus cerminan nilai gotong royong dan rasa syukur dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Pemerintah Aceh berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat, tidak hanya dalam pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga dalam menjaga dan merawat nilai-nilai budaya serta sosial yang menjadi kekuatan dan identitas masyarakat Aceh.
Laporan | Arinos












