ADVERTISEMENT

1.958 Huntara untuk Warga Aceh Tengah 

HARIE.ID | TAKENGON — Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas kementerian dan lembaga, berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah, terus mempercepat langkah pemulihan pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tengah.

Salah satu fokus utama saat ini adalah pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak, agar warga memiliki tempat tinggal yang aman dan layak sembari menunggu proses pemulihan permanen.

Menindaklanjuti permintaan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, sebanyak 1.958 unit huntara direncanakan dan tengah dibangun secara bertahap dalam dua fase.

BACA JUGA

Dilansir dari data BNPB Pusat, pada tahap pertama, pembangunan mencakup 781 unit, yang kemudian disusul tahap kedua sebanyak 1.021 unit.

Seluruh hunian tersebut tersebar di sembilan titik lokasi, disesuaikan dengan kebutuhan serta sebaran warga terdampak banjir.

Di Kecamatan Ketol, pembangunan huntara mencapai 252 unit, yang tersebar di Desa Serempah sebanyak 128 unit, Desa Bintang Pepara 89 unit, serta Desa Burlah 35 unit.

Sementara itu, Kecamatan Linge menjadi wilayah dengan pembangunan terbesar, meliputi Desa Delung Sekinel (101 unit), Jamat (72 unit), Reje Payung (91 unit), Penarun (71 unit), Umang (97 unit), dan Kute Reje (97 unit).

Pembangunan hunian sementara ini tidak sekadar dipahami sebagai proyek fisik semata.

Di lapangan, progres pembangunan terus berjalan. Satu demi satu rangka hunian mulai berdiri untuk hunian penyintas banjir dan longsor.

Diketahui, akhir November 2025 menjadi masa yang berat bagi ribuan keluarga di Aceh Tengah.

Banjir dan longsor serta air meluap yang datang secara tiba-tiba meninggalkan kerusakan signifikan pada permukiman warga.

Tercatat sebanyak 4.221 rumah terdampak, dengan rincian 1.958 rumah rusak berat, 500 rumah rusak sedang, dan 1.763 rumah rusak ringan.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT