ADVERTISEMENT

3.242 PPPK Paruh Waktu di Aceh Tengah Dilantik 

HARIE.ID | TAKENGON — Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga lantik sebanyak 3.242 dari 3.327 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Menurut Haili Yoga, pelantikan itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan pelantikan aparatur di Kabupaten Aceh Tengah.

Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan PPPK Paruh Waktu itu berlangsung di Lapangan Musara Alun Takengon, Kamis 05 Februari 2026.

BACA JUGA

Jumlah pengusulan PPPK Paruh Waktu yang dilantik sebanyak 3.327 orang, dengan rincian Tenaga Kesehatan (Nakes) 750 orang,

Tenaga Teknis 1.927 orang, dan Tenaga Guru 650 orang, saat pelantikan tercatat 85 orang terlambat dan akan dijadwal dilantik ulang.

Seluruh pengusulan dilakukan melalui aplikasi SIASN sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Kata Haili Yoga, seluruh proses pengangkatan dilakukan melalui tahapan panjang dan penuh kehati-hatian.

Pemerintah daerah secara aktif kata dia, memantau kondisi tenaga honorer dan tenaga bakti, termasuk penyesuaian Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang sebelumnya belum sepenuhnya tersedia dan segera ditindaklanjuti.

Katanya lagi, hingga saat ini sebanyak 78 Taman Kanak-kanak (TK) telah dinegerikan, sehingga para tenaga pendidik yang sebelumnya berstatus honorer akhirnya dapat diakomodir sebagai PPPK Paruh Waktu.

“Pada tanggal 18 September 2026, kami secara langsung mengantarkan dokumen lengkap ke Kementerian PAN-RB dan BKN untuk memperjuangkan agar bapak dan ibu diakui sebagai aparatur pemerintah,” ujarnya.

“Alhamdulillah, hari ini bapak dan ibu telah sah memakai KORPRI dan diakui sebagai aparatur negara. Semua ini membutuhkan kebijakan dan perjuangan bersama,” timpal Bupati.

Bupati juga mengingatkan seluruh PPPK agar bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga etika, dan tidak mudah terprovokasi.

Ia menegaskan bahwa kehadiran lebih dari 3.000 aparatur hari ini adalah perjuangan bersama, bukan untuk membela siapa pun, melainkan untuk pelayanan kepada masyarakat.

“Kita tidak ingin berhenti di paruh waktu. Kita perjuangkan agar semua bisa menjadi full time. Pelantikan hari ini adalah bukti pemerintah hadir dan membutuhkan bapak dan ibu sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT