ADVERTISEMENT

Antisipasi Mafia BBM, GMNI Desak Bupati Aceh Tengah Bentuk Tim Khusus

HARIE.ID | TAKENGON – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tengah mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret terkait polemik melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda IB, meminta Bupati Haili Yoga dan Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar segera membentuk tim khusus untuk menangani persoalan distribusi BBM hingga menjelang Idul Fitri.

Menurut Saparuda, masyarakat tidak perlu panik dengan isu kelangkaan BBM yang belakangan ramai diperbincangkan.

BACA JUGA

Kata dia, berdasarkan keterangan resmi Pertamina, stok BBM nasional masih dalam kondisi aman.

“Distribusi BBM ke Aceh Tengah tetap berjalan setiap hari. Masyarakat kami imbau tidak terpancing isu yang membuat kepanikan,” kata Saparuda, Kamis 05 Maret 2026, lewat keterangan tertulisnya yang diterima Harie.id.

Namun di sisi lain, ia mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil keuntungan, termasuk dugaan praktik mafia BBM di tengah keresahan masyarakat.

Menurutnya, trauma masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah terhadap kelangkaan BBM masih sangat kuat, mengingat beberapa bulan lalu wilayah tersebut sempat mengalami kekosongan BBM yang menyebabkan lumpuhnya aktivitas transportasi pasca bencana hidrometeorologi.

“Jangan sampai ada mafia-mafia BBM yang bermain di balik isu memanasnya konflik Iran dan Amerika Serikat atau pernyataan pejabat yang membuat masyarakat panik, seperti Bahlil,” tegasnya.

GMNI mengaku telah melakukan pengamatan di sejumlah SPBU di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Hasilnya, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM mencapai lebih dari dua kilometer.

Bahkan, kata dia, banyak masyarakat yang tidak yakin apakah mereka akan mendapatkan BBM setelah menunggu berjam-jam di antrean.

“Kami menduga situasi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga berdampak pada melonjaknya harga BBM di tingkat pengecer. Dalam satu hari terakhir, harga BBM eceran di sejumlah titik dilaporkan naik drastis.

“Harga BBM eceran tiba-tiba melonjak menjadi Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter, bahkan ada yang menjual sampai Rp30 ribu per liter. Ini tidak bisa dipandang sebelah mata, apalagi ekonomi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah masih dalam tahap pemulihan,” jelas Saparuda.

Karena itu, GMNI mendesak pemerintah daerah segera membentuk tim pengawasan distribusi BBM hingga menjelang Idul Fitri serta mengeluarkan surat edaran kepada camat dan pemerintah desa agar masyarakat tidak panik.

“Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah harus segera membentuk tim penanganan BBM serta memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok BBM aman,” katanya.

Selain itu, GMNI juga meminta DPRK Aceh Tengah dan Bener Meriah mengevaluasi kinerja Pertamina agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Jangan sampai rakyat terus menjerit karena kesulitan mendapatkan BBM. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT