HARIE.ID | TAKENGON – Isu dugaan pemotongan bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp500 ribu per Kepala Keluarga (KK) di Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, menuai polemik.
Menanggapi hal tersebut, Reje Kampung Bah, Mude Sedang, membantah tudingan yang beredar di tengah masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Mude Sedang menyebut informasi terkait adanya pemotongan dari total bantuan Rp8 juta yang diterima korban bencana hidrometeorologi adalah kabar yang tidak benar.
“Tidak pernah ada pemotongan Rp500 ribu seperti yang dituduhkan. Informasi itu sesat dan tidak jelas sumbernya,” katanya saat dikonfirmasi Harie.id melalui sambungan WhatsApp, Selasa 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan, bantuan dari Kemensos tersebut disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak melalui Kantor Pos di wilayah Angkup, Kecamatan Silihnara.
Proses pencairan, kata dia, dilakukan secara transparan tanpa intervensi pihak kampung.
Menurutnya, adanya sejumlah warga yang memberikan uang setelah pencairan bantuan bukanlah bentuk potongan, melainkan inisiatif pribadi sebagai ungkapan terima kasih.
“Yang ada hanya ucapan terima kasih. Itu pun bervariasi, ada yang memberi Rp200 ribu, ada Rp50 ribu, bahkan banyak juga yang tidak memberi sama sekali,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mude Sedang berujar, dirinya juga telah memenuhi panggilan dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Aceh Tengah untuk memberikan keterangan terkait isu tersebut.
“Saya sudah datang dan menjelaskan semuanya di Tipikor. Apa yang saya sampaikan bisa saya pertanggung jawabkan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga meluruskan data penerima bantuan korban bencana yang sebelumnya disebut masih simpang siur.
Berdasarkan data kata dia, jumlah warga terdampak di Kampung Bah mencapai 43 KK. Namun, baru 34 KK yang telah menerima bantuan dari Kemensos ini. Sementara 11 KK lainnya masih dalam proses.
“Data memang 43 KK, tapi yang sudah menerima baru 34 KK. Sisanya 11 KK belum cair. Jadi jangan disalahartikan,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi












