HARIE.ID | TAKENGON — Harapan masyarakat di Kecamatan Linge dan Ketol untuk kembali menikmati akses transportasi yang layak akhirnya menemui titik terang.
Pemerintah memastikan pembangunan jembatan darurat tipe Bailey di Kala Ili dan Bergang segera dimulai, dengan target penyelesaian hanya dalam waktu 20 hari.
Kehadiran jembatan Bailey ini menjadi solusi atas kerusakan infrastruktur yang telah menghambat mobilitas warga selama hampir empat bulan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh Tengah.
Sebelumnya, jembatan darurat yang dibangun bersifat sementara dan dinilai tidak cukup kokoh. Kondisi tersebut membuatnya rentan rusak, terutama saat debit air sungai meningkat dan arus menjadi deras ketika hujan turun, situasi yang kerap membuat akses warga kembali terputus.
Kini, kepastian pembangunan semakin kuat setelah jadwal mobilisasi material konstruksi ditetapkan.
Material jembatan akan diberangkatkan dari Medan, Sumatera Utara, melalui Pelabuhan Belawan Senin 30 Maret 2026, menggunakan enam unit truk dan diperkirakan tiba di lokasi dalam dua hingga tiga hari perjalanan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tengah, Pijas Visara, mengonfirmasi langsung rencana tersebut.
Ia menyebut, pengerjaan jembatan Bailey di Kala Ili, Kecamatan Linge, akan melibatkan Zidam Iskandar Muda Aceh bersama tim PUPR setempat.
“Mobilisasi material dimulai Senin dari Belawan menuju Jamat Kala Ili dengan enam truk,” ujarnya, Minggu 29 Maret 2026.
Pembangunan jembatan itu kata dia, tidak hanya ditujukan untuk memulihkan akses, tetapi juga menjadi penguat konektivitas antarwilayah yang selama ini terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Dengan target penyelesaian yang relatif cepat, Pijas berharap aktivitas masyarakat mulai dari distribusi hasil pertanian hingga mobilitas hariandapat kembali berjalan normal, aman, dan lebih stabil.
“Kita target akan rampung selama 20 hari kedepan,” demikian kata Pijas Visara.
Laporan | Karmiadi












