HARIE.ID, TAKENGON | Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRK Aceh Tengah, Asmayanti, angkat bicara terkait keluhan masyarakat terhadap aplikasi digital perbankan milik Bank Syariah Indonesia (BSI), BYOND BSI, yang belakangan sering mengalami gangguan teknis atau error.
Asmayanti mengatakan, sejumlah warga menyampaikan langsung keresahan mereka atas seringnya layanan digital BSI tidak dapat diakses, terutama saat mereka sangat membutuhkannya untuk keperluan transaksi harian.
“Banyak masyarakat, termasuk pelaku UMKM, datang menyampaikan keluhan bahwa aplikasi BYOND BSI sering eror. Hal ini tentu sangat mengganggu, apalagi di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan keuangan digital,” ujar Asmayanti, Senin 02 Juni 2025.
Ia menilai, kondisi ini sangat merugikan, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sudah mengandalkan aplikasi BYOND BSI untuk berbagai transaksi, termasuk pembayaran, transfer, dan pembukuan usaha.
“UMKM kita sedang berkembang dan belajar go digital. Tapi kalau aplikasinya tidak stabil, mereka bisa kehilangan peluang, bahkan kepercayaan dari pelanggan,” tegasnya.
Menurut Asmayanti, di era digitalisasi ekonomi seperti saat ini, layanan perbankan yang andal dan stabil merupakan kebutuhan mutlak, bukan sekadar pelengkap.
Ia mengimbau BSI untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem BYOND dan meningkatkan kualitas layanan nasabah di daerah.
“Kami berharap BSI memberikan perhatian serius terhadap keluhan ini. Layanan digital mereka harus ditingkatkan agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi,” katanya lagi.
Menutup pernyataannya, Asmayanti juga mengingatkan pentingnya komitmen pelayanan dari lembaga perbankan berbasis syariah agar tetap menjaga kepercayaan umat dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara nyata.
“BSI harus hadir memberikan solusi, bukan menambah beban. Perbaikan sistem dan komunikasi aktif kepada nasabah adalah bentuk tanggung jawab yang tak bisa ditawar,” pungkasnya.
| ARINOS












