HARIE.ID | TAKENGON – Anggota DPRK Aceh Tengah, Fauzan menyebut penting langkah cepat dan terukur dilakukan pasca jebolnya Jembatan Pase, Wihni Pase, Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, lintas KKA akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu.
Menurutnya, solusi utama saat ini adalah mempercepat pembangunan jalan alternatif agar aktivitas ekonomi masyarakat segera kembali normal.
Saat meninjau langsung lokasi terdampak, Fauzan memastikan proses pengerjaan jalan darurat sudah mulai dilakukan.
Ia menilai, percepatan akses ke wilayah tengah menjadi kunci untuk memutus mata rantai krisis pangan dan BBM yang kini dirasakan warga Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Waktu kami di lokasi, sedang berlangsung proses pembuatan jalan alternatif di atas jembatan. Ini harus dikebut dan tidak boleh berlarut-larut,” ujar Fauzan, Selasa 16 Desember 2025.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menekankan, keterlambatan pemulihan infrastruktur akan berdampak langsung pada daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah dan instansi teknis untuk memprioritaskan pengerjaan akses darurat sambil menyiapkan perbaikan permanen.
“Solusi paling mendesak adalah membuka kembali jalur transportasi. Kalau akses pulih, distribusi barang lancar, harga bisa ditekan, dan masyarakat tidak lagi bergantung pada satu wilayah,” tegasnya.
Selain jalan alternatif, Fauzan juga mengusulkan akses lewat KKA dipercepat, terlalu lama masyarakat wilayah tengah terkurung.
Ia berharap adanya koordinasi lintas daerah antara Aceh Tengah dan Bener Meriah, termasuk dukungan provinsi, dan pusat untuk memastikan pasokan kebutuhan dasar tetap tersedia hingga infrastruktur pulih sepenuhnya.
“Kita tidak boleh membiarkan rakyat menanggung beban bencana sendirian. Negara harus hadir lewat solusi, bukan sekadar wacana,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi












