HARIE.ID | TAKENGON — Sudah 21 hari pascabencana hidrometeorologi melanda Aceh Tengah, namun krisis pangan justru kian terasa.
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang sempat dijual di pasaran, kini menghilang dari peredaran.
Akibatnya, warga terpaksa berbondong-bondong menembus jalur rawan banjir dan longsor menuju Kem, lintas KKA Lhokseumawe, mempertaruhkan keselamatan hanya demi menghidupi keluarga.
Ketua Fraksi Keramat Mufakat DPRK Aceh Tengah, Khairul Ahadian mendorong Bupati Aceh Tengah dan Perum Bulog segera bertindak, bukan sekadar menonton penderitaan warga saat ini.
“Beras SPHP itu bukan bantuan gratis. Masyarakat mau beli dengan harga murah. Instrumennya ada di Bulog. Kenapa tidak digerakkan?” tegas pria yang kerap disapa Erol ini, Selasa 16 Desember 2025.
Menurut Erol, SPHP adalah program reguler penugasan pemerintah yang dijalankan Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan, terlebih dalam kondisi darurat bencana.
Penyalurannya jelas melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) atau distributor resmi di daerah. Namun di Aceh Tengah, mekanisme itu seolah mandek.
Ironisnya, saat distribusi bantuan beras tak mencukupi dan akses jalan masih terputus, masyarakat justru dipaksa bergantung pada pasar luar daerah dengan harga lebih mahal dan risiko keselamatan tinggi.
“Kemarin beras SPHP ada. Sekarang hilang. Apa Bulog dan Pemkab tidak melihat warga yang bertaruh nyawa ke Kem? Ini bukan soal kenyamanan, ini soal perut,” ujar Erol berharap pihak Bulog dan Pemkab bergerak cepat.
Erol menyebut, Perum Bulog memiliki stok dan kewenangan untuk menyalurkan beras SPHP. Jika gudang di Aceh Tengah terkendala, Bulog bisa meminta pasokan dari kabupaten lain yang tidak terdampak bencana, bahkan ke pemerintah pusat.
Langkah ini penting untuk mencegah inflasi dan menghentikan arus warga keluar daerah.
“Sudah seharusnya beras SPHP dijual di Aceh Tengah melalui distributor. Jangan biarkan warga terus berbondong-bondong ke Kem dengan rute yang rentan terhadap kesehatan dan keselamatan,” kata Anggota Komisi C ini.
Selain itu, Erol juga mengingatkan Pemkab Aceh Tengah agar serius mempercepat perbaikan jalan lintas KKA. Selama pengerjaan berlangsung, akses ke wilayah tengah harus tetap dijaga agar distribusi logistik tidak lumpuh total.
“Apalagi kalau stok beras SPHP masih tersedia. Ini soal kemanusiaan, saat nya perum Bulog turun, rakyat sedang butuh solusi beras,” pungkas Erol.
Laporan | Karmiadi












