ADVERTISEMENT

[Hari Ke-24] 86 Jalan Kabupaten Putus,16.440 Warga Aceh Tengah Masih Mengungsi

HARIE.ID | TAKENGON – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah berdampak serius terhadap konektivitas wilayah dan keselamatan warga.

Sebanyak 86 ruas jalan kabupaten dilaporkan terputus, menyebabkan puluhan kampung terisolir dan memicu lonjakan jumlah pengungsi di sejumlah Kecamatan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mencatat, hingga 19 Desember 2025, jumlah pengungsi yang tersebar di 66 titik pengungsian mencapai 16.440 jiwa.

BACA JUGA

Mereka terpaksa meninggalkan rumah akibat banjir bandang, longsor, serta rusaknya akses jalan menuju kampung masing – masing.

“Kerusakan paling dominan saat ini adalah terputusnya jalan kabupaten. Ada 86 ruas yang tidak dapat dilalui, ini sangat mempengaruhi distribusi bantuan dan mobilitas warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Ir. Andalika, ST, Jum’at 19 Desember 2025.

Terputusnya puluhan ruas jalan Kabupaten menyebabkan 51 kampung terisolir, dengan lebih dari 36 ribu jiwa warga kesulitan mengakses layanan dasar.

Kondisi ini memaksa sebagian besar warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman, seperti masjid, sekolah, dan gedung publik.

Selain jalan Kabupaten, sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional juga terdampak. Namun Andalika berujar, kerusakan jalan Kabupaten menjadi hambatan utama karena merupakan jalur penghubung antar-kampung dan akses tercepat menuju kecamatan.

Lonjakan pengungsi berdampak langsung pada ketersediaan logistik. BPBD mencatat, sejumlah wilayah pengungsian mengalami kekurangan bahan pangan, obat-obatan, air bersih, serta kebutuhan khusus balita. Situasi diperparah oleh keterbatasan BBM dan Gas Elpiji di wilayah terisolir.

“Beberapa daerah belum bisa dijangkau bantuan karena akses jalan masih tertutup longsor. Ini menjadi fokus utama kami bersama TNI/Polri dan relawan,” ujar Andalika.

Saat ini, BPBD Aceh Tengah memprioritaskan pembukaan akses darurat pada ruas-ruas jalan Kabupaten menggunakan alat berat, sekaligus memastikan distribusi bantuan ke titik-titik pengungsian tetap berjalan.

“Semoga do’a – do’a kita terjawab, dan musibah ini harus kita hadapi secara bersama,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT