HARIE.ID | JAKARTA — Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, dibuat takjub saat meninjau Pasar Senen, Jakarta Pusat, jelang akhir tahun.
Di tengah pengecekan harga dan pasokan pangan, perhatiannya tertuju pada tumpukan cabai merah yang tampak segar.
“Ini cabai mana?” tanya Rano Karno kepada pedagang.
“Cabai Aceh, Pak,” jawab pedagang.
Mendengar jawaban itu, Rano Karno spontan mengucap kagum.
“MasyaAllah, bagus ya,” katanya sambil memastikan langsung kualitas cabai tersebut.
Pedagang menjelaskan, meski menempuh perjalanan panjang dari Aceh menuju Jakarta, cabai tersebut tetap segar dan layak jual.
“Iya bagus, walaupun sudah lama di perjalanan,” ujar pedagang.
Rano Karno mengungkap, Pemerintah Provinsi Jakarta telah mulai menyerap pasokan cabai dari Aceh sejak Jumat lalu sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daerah terdampak bencana.
“Alhamdulillah, Pak Gubernur juga setuju. Kalau kita punya kontrak farming dengan wilayah setempat untuk stok cabai Jakarta, itu akan jauh lebih baik lagi,” kata Rano Karno, dirilis, Kamis 25 Desember 2025.
Menurut Wakil Gubernur Jakarta itu, kebutuhan cabai di Ibu Kota mencapai 120 ton per hari, angka yang menuntut kepastian pasokan berkelanjutan. “Ini luar biasa,” pungkasnya.
Lebih jauh, Rano Karno menegaskan, Jakarta siap membeli cabai dari Aceh, khususnya dari wilayah yang saat ini terdampak bencana hidrometeorologi.
“Jakarta hadir membantu, mendukung, dan memberdayakan para petani agar bisa bangkit bersama,” tegasnya.
Diketahui, cabai yang kini masuk ke Pasar Senen berasal dari Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Wilayah tersebut tengah mengalami panen melimpah pascabencana.
Melalui dukungan Rumah Tani Indonesia, cabai dikirim lewat jalur udara ke luar ibu kota kabupaten, menembus pasar nasional.
Di tengah bencana, hasil bumi Aceh harus menemukan jalannya ke Jakarta, membawa harapan bagi petani untuk bangkit, dan memastikan dapur Ibu Kota tetap menyala.
Laporan | Karmiadi












