ADVERTISEMENT

Masjid Sempat Terendam, Kini Berkumandang Takbir, Warga Nosar Gelar Jum’at Perdana

HARIE.ID | TAKENGON – Setelah sepekan lebih terendam lumpur dan material banjir, denyut kehidupan perlahan kembali berdenyut di Kemukiman Nosar.

Masjid Nasara Akmal ini Jum’at lalu masih tergenang lumpur setinggi dada, kini kembali dipenuhi jamaah. Sholat Jum’at perdana pascabanjir pun dilaksanakan dengan penuh haru dan khidmat.

Halaman masjid sebelumnya tertutup material lumpur, bebatuan, hingga gelondongan kayu akibat banjir bandang.

BACA JUGA

Namun berkat gotong royong warga dan kerja tanpa lelah para relawan, masjid kembali layak digunakan.

Momen bersejarah ini menjadi tanda kebangkitan spiritual masyarakat Nosar setelah musibah besar melanda.

Sholat Jum’at perdana tersebut digelar atas undangan tokoh masyarakat setempat, Tgk Syah Bandar. Pada saat yang sama, relawan dari YBM PLN masih tampak sibuk menyelesaikan pekerjaan terakhir, mulai dari membersihkan lantai dan halaman masjid hingga memasang kembali instalasi listrik. Mereka telah bekerja selama empat hari berturut-turut di lokasi tersebut .

Prosesi serah terima masjid yang telah dibersihkan ditandai dengan pelaksanaan Sholat Jum’at. Dai muda Aceh Tengah, Bardan Sahidi, didapuk sebagai Khatib sekaligus Imam.

Dalam khutbahnya, Bardan mengajak jamaah untuk memperkuat kesabaran dan keimanan dalam menghadapi musibah.

Ia mengutip ayat Al-Qur’an tentang sabar dan sholat sebagai penolong, serta menegaskan, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.

Menurutnya, musibah yang terjadi harus menjadi cermin untuk memperbaiki nilai kemanusiaan dan ketakwaan.

“Tidaklah azab diturunkan ke muka bumi kecuali ketika nilai-nilai kemanusiaan merajalela. Maka sudah menjadi keharusan bagi setiap pribadi muslim untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar,” ujar Bardan, dai lulusan program doktoral (S3) dari Kuala Lumpur itu, Jum’at 26 Desember 2025.

Ia juga mengajak pentingnya menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran agar tidak terjadi kerusakan di darat dan di laut, sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur’an.

Usai Sholat Jum’at, suasana kebersamaan semakin terasa. Warga Nosar menjamu para relawan YBM PLN dengan makan siang bersama sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih.

Dalam kesempatan itu, relawan YBM PLN bersama Bardan juga menyerahkan wakaf Al-Qur’an dan sajadah untuk masjid dan satu unit keranda.

Diketahui, keranda Masjid Nasara Akmal Kemukiman Nosar ini telah hanyut dibawa banjir.

Aksi kemanusiaan itu tidak hanya berhenti di masjid. Dalam program Aksi Bersih Rumah Bencana Sumatera, para relawan turut membagikan susu kemasan dan makanan ringan kepada anak-anak.

Raut bahagia terpancar dari wajah mereka, anak-anak yang telah hampir sebulan tidak bersekolah akibat dampak banjir.

Tokoh masyarakat Nosar, Tgk Syah Bandar, didampingi Reje Bale Nosar, Ikhsan Ariga, menyampaikan apresiasi kepada relawan YBM PLN, para dermawan, dan seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Kemukiman Nosar.

“Kami sangat berterima kasih kepada orang-orang baik yang telah hadir membantu kami bangkit,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya bantuan genset untuk menunjang aktivitas ibadah dan penerangan, terutama menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT