ADVERTISEMENT

Jelang Musda Demokrat Aceh, Suara dari Gayo: Plt Harus Jadi Penyeimbang, Rian Syaf Dinilai Tepat

HARIE.ID | BANDA ACEH — Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menunjuk Rian Syaf sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Demokrat Aceh warna baru di tubuh partai berlambang mercy itu.

Langkah ini dinilai bukan hanya penunjukan administratif, tapi bahagian dar manuver strategis menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang akan menentukan arah kepemimpinan dan peta kekuatan Demokrat di Aceh.

Penunjukan Plt disaat konsolidasi dianggap sebagai pesan politik yang tegas dari DPP, stabilitas internal harus terjaga sebelum kompetisi kepemimpinan digelar.

BACA JUGA

Seperti biasa, Musda bukan sekedar forum rutin organisasi, tetapi arena pertarungan gagasan, pengaruh, dan arah masa depan Partai.

Tokoh pemuda Gayo, Misriadi menilai, Rian Syaf memiliki posisi strategis untuk menjembatani kepentingan pusat dan daerah.

Dengan latar belakangnya di kepengurusan DPP, Rian dinilai memiliki akses langsung terhadap pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

“Rian punya jalur komunikasi yang kuat dengan pusat. Ini penting agar kebijakan nasional bisa diterjemahkan efektif di Aceh, tanpa kehilangan sensitivitas lokal,” ujar Misriadi, Kamis 12 Februari 2026.

Menurutnya, posisi Plt bukan sekadar pengisi kekosongan, tetapi penentu ritme konsolidasi. Dalam fase transisi, figur Plt memegang kendali atas stabilitas organisasi, mengelola potensi friksi, sekaligus memastikan proses demokrasi internal berjalan sehat.

Musda Demokrat Aceh diprediksi menjadi wadah konsolidasi besar hingga tingkat kabupaten/kota.

Jika pola internal yang tidak terkendali berpotensi melemahkan daya tawar partai dalam konstelasi politik Aceh yang dikenal cair dan kompetitif.

Misriadi menyebut Rian sebagai figur akomodatif yang relatif mampu merangkul berbagai faksi di internal partai.

“Transisi kepemimpinan harus berlangsung kondusif. Plt berperan sebagai penyeimbang agar Musda berjalan demokratis tanpa mengganggu stabilitas partai,” katanya mantan Reje (Kepala desa-red) Hakim Bale Bujang ini.

Sebagai kader asal Aceh yang berkiprah di tingkat pusat, menurut pria yang kerap disapa Adi Bale ini, Rian sangat memahami anatomi organisasi Partai Demokrat secara komprehensif.

Kemampuan membaca arah kebijakan DPP sekaligus memahami karakter politik lokal disebut menjadi modal penting dalam menerjemahkan visi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke dalam strategi regional yang adaptif

Dalam peta politik yang sarat dinamika pasca-Pemilu dan Pilkada, partai dituntut tampil solid, terukur, dan memiliki kepemimpinan yang legitimatif.

“Penunjukan Plt juga dibaca sebagai langkah menjaga posisi tawar Demokrat menjelang agenda politik berikutnya. Musda akan menjadi pintu masuk restrukturisasi sekaligus penentuan arah strategi elektoral di masa mendatang,” ujarnya.

“Harapannya, bukan hanya sekedar menjaga soliditas, tetapi memperkuat daya saing Demokrat di Aceh dalam jangka panjang,” pungkas Misriadi.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT