HARIE.ID | TAKENGON — Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga sarankan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Takengon perlu dikemas lebih terbuka, inklusif, dan berdaya tarik nasional.
Hal itu disampaikan Bupati Haili Yoga, dalam pidatonya pada rapat paripurna istimewa DPRK Aceh Tengah, Selasa 17 Februari 2026.
Dalam forum resmi tersebut, Haili Yoga mengusul agar peringatan hari jadi Takengon tidak hanya digelar secara seremonial di ruang sidang, melainkan diperluas ke ruang publik yang mampu menampung ribuan masyarakat.
Ia menyarankan agar kegiatan dipusatkan di Musara Alun Takengon, terbuka dan rakyat ikut berpartisipasi.
“Ini acara sakral, tapi kita buat lebih besar. Ribuan bahkan puluhan ribu masyarakat bisa hadir, termasuk jika memungkinkan menghadirkan menteri dari Jakarta,” ujar Haili.
Menurutnya, kesakralan peringatan hari jadi tidak akan hilang meski dikemas dalam skala besar. Justru, perayaan terbuka akan menjadi ruang kolaborasi lintas elemen, mulai dari jajaran pemerintah kabupaten, para bupati tetangga, pihak sekolah, hingga seluruh reje kampung (kepala desa).
Ia menilai, perayaan HUT Takengon dapat menjadi panggung refleksi pembangunan satu tahun berjalan sekaligus ajang promosi budaya dan ekonomi kreatif daerah.
“Di acara itu kita sampaikan capaian setahun. Ada UMKM, ada didong, pawai budaya, pacuan kuda. Kesan Gayo itu seni dan budaya harus kuat,” katanya.
Haili Yoga juga menyarankan untuk mengundang artis Gayo Faul untuk memperkuat daya tarik publik, selama tetap menjaga nilai-nilai adat dan marwah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut meminta Majelis Adat Gayo menggali referensi historis dan kultural agar format peringatan HUT tetap berakar pada nilai tradisi.
“Di mana pun ulang tahun daerah pasti meriah. Apalagi Aceh Tengah ini induk dari beberapa kabupaten. Kabupaten lain semua merayakan,” katanya.
“Tujuan nya untuk membangun citra daerah, menggerakkan ekonomi rakyat, dan memperkuat identitas Gayo di panggung nasional,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi












