HARIE.ID | TAKENGON — Dengan suara terbata-bata syaf Bank BPRS Gayo dibidang audit internal, Syukuria menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Gayo, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, serta seluruh pihak yang terdampak atas kolapsnya BPRS Gayo.
“Saya memohon maaf kepada masyarakat Aceh Tengah. Gegara ulah saya usaha BPRS Gayo saat ini sudah kolaps,” ujar Syukuria di persidangan, Senin 30 Maret 2026.
Dalam pledoinya, Syukuria mengakui keterlibatannya dalam kasus dugaan ratusan nasabah fiktif.
Namun ia menegaskan, perannya sebatas pembukuan, bukan sebagai pihak yang mengambil keputusan kredit.
Dari lebih 900 nasabah fiktif yang terungkap, ia menyebut hanya menandatangani 21 berkas.
“Mungkin ini yang menjerat saya. Saya hanya menandatangani 21 orang. Bagaimana dengan tanda tangan pegawai lain yang mencapai ratusan nasabah?” katanya.
Ia bahkan menyebut sejumlah nama, yakni Ikhwanul Ihsan, Sastra Wijaya, Irsan Husni, Ikhsannul Fitra, dan Mulyati Syafnur, yang menurutnya memiliki keterkaitan, namun tidak bernasib sama hingga duduk di kursi terdakwa.
Syukuria mengaku sangat menyesali perbuatannya yang telah merugikan lembaga tempatnya bekerja.
Ia memohon kepada majelis hakim agar diberikan hukuman seringan-ringannya.
“Saya menyesal telah memberi tanda tangan dan paraf. Mohon berikan putusan yang seringan-ringannya agar saya bisa memperbaiki kesalahan,” ucapnya.
Lebih jauh, Syukuria juga mengungkap kondisi keluarganya. Ia mengaku sebagai tulang punggung bagi istri dan tiga anaknya yang masih kecil.
Dengan nada lirih, ia menyebut anak-anaknya bahkan belum mengetahui bahwa dirinya tengah menjalani proses hukum.
“Mereka tahunya saya sedang mencari pekerjaan di Banda Aceh. Mereka masih butuh sosok ayah,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan, kedua orang tuanya yang telah lanjut usia serta mertuanya yang tengah sakit sangat membutuhkan kehadirannya
“Saya ingin membuktikan kepada mereka bahwa kami keluarga bahagia. Hari ini hanya do’a yang saya panjatkan, semoga mereka diberi kesehatan,” ujarnya, nyaris tak mampu menahan tangis.
Di akhir pledoinya, Syukuria menyampaikan terima kasih kepada istri, adik, dan keluarga yang terus memberikan dukungan selama proses persidangan berlangsung.
“Terima kasih telah memberi saya kesempatan membacakan pembelaan ini. Mohon pertimbangan hukum yang seadil-adilnya,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi












