HARIE.ID | TAKENGON — Rencana pengembangan Masjid Agung Ruhama Takengon menjadi ikon Kabupaten Aceh Tengah dibawa Bupati Haili Yoga ke tingkat pemerintah pusat.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyebut gagasan itu telah disampaikan saat dirinya berada di Jakarta dan bertemu Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.
Menurut Haili Yoga, pemerintah daerah kini perlu menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk mengetahui kebutuhan anggaran pembangunan secara lebih terukur.
“Berapa habis biayanya, dia minta kita siapkan DED. Berapa habis, misalnya Rp700 juta, tidak apa-apa,” kata Haili Yoga usai melantik sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama di Gedung Ummi Pendopo Bupati Aceh Tengah, Rabu 23 September 2026.
Ia mengatakan, besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan Masjid Agung Ruhama masih harus dihitung melalui perencanaan teknis.
“Mungkin Rp300 miliar, mungkin Rp500 miliar, sehingga Masjid Agung Ruhama Takengon menjadi ikon Aceh Tengah,” ujarnya.
Haili menyebut, pembahasan lebih lanjut terkait rencana tersebut akan dirumuskan setelah kebutuhan pembangunan diketahui secara lebih jelas. “Nanti akan dirumuskan,” katanya.
Di sisi lain, Haili Yoga meminta seluruh kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tidak hanya menjalankan rutinitas administratif, tetapi aktif membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Menurutnya, komunikasi tersebut penting untuk membuka peluang program dan dukungan anggaran yang dapat dibawa ke Aceh Tengah, mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas.
“Kalau setelah dilantik hanya duduk, berarti tidak sesuai dengan perjanjian kerja. Maka akan dilakukan demosi, karena anggaran daerah kita kecil,” tegasnya.
Ia menekankan, kondisi fiskal daerah menuntut pejabat pemerintah daerah lebih aktif mencari peluang pembiayaan program dari pemerintah di atasnya.
“Harus pintar melobi ke pusat,” kata Haili Yoga
Laporan | Karmiadi











