ADVERTISEMENT

Baliho DLH Aceh Tengah “Tahukah Kamu Manfaat Pohon”

HARIE.ID | TAKENGON — Di tengah upaya pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memasang baliho edukasi bertajuk “Tahukah Kamu, Manfaat Pohon…?” di ruang publik.

Baliho itu terlihat pasca bencana yang melanda Aceh Tengah di salah satu titik di kawasan Simpang Lima Takengon.

Baliho tersebut memuat pesan lingkungan yang sejatinya penting, di antaranya menjelaskan, pada bagian daun, pohon berfungsi menghisap gas karbon dan menghasilkan oksigen.

BACA JUGA

Menyerap air hujan agar tanah tidak langsung longsor. pada bagian akar, pohon berperan menahan dan mengikat tanah, menyerap air dan menjaga lereng tetap kuat.

Pesan dalam Baliho itu juga mengajak masyarakat untuk Mendukung kegiatan reboisasi, melaporkan aktivitas illegal logging dan menyuarakan pentingnya hutan.

Serta ditutup dengan pesan “Menebang 1 batang kayu bisa jadi awal sebuah bencana.”

Pesan-pesan tersebut secara substansi dinilai benar. Namun bagi warga terdampak, kehadiran baliho ini justru menimbulkan pertanyaan, mengapa pesan ini baru disuarakan setelah bencana terjadi?

“Kalau dari dulu pengawasan ketat, edukasi masif, dan penindakan tegas dilakukan, mungkin bencana ini tidak separah sekarang,” ujar seorang warga yang melintas Jailani saat dimintai keterangan nya, Jum’at 26 Desember 2025.

Menurut dia, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah bukan hanya persoalan curah hujan tinggi, tetapi juga akumulasi dari kerusakan lingkungan, pembiaran alih fungsi lahan, serta lemahnya pengawasan terhadap kawasan rawan.

Isu ini telah berulang kali disuarakan oleh masyarakat jauh sebelum musibah terjadi.

Pemasangan baliho pasca bencana dinilai lebih bersifat simbolik dan reaktif, bukan solusi struktural.

Edukasi visual tanpa evaluasi kebijakan dan penegakan hukum dinilai tidak cukup menjawab akar persoalan.

“Alam tidak rusak dalam sehari, dan bencana tidak datang tiba-tiba. Kalau pesan ini baru muncul sekarang, wajar kami bertanya, kemarin-kemarin ke mana saja?” tanyanya.

Masyarakat berharap DLH dan pemerintah daerah tidak berhenti pada imbauan dan slogan, tetapi berani melangkah lebih jauh, menindak pelaku perusakan lingkungan, memulihkan daerah aliran sungai, serta mengedepankan pencegahan, bukan sekadar narasi pasca bencana.

“Cegah, cegah dan cegah, jangan hanya beretorika,” pungkas pria yang kerap dipanggil aman Arman itu.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT