HARIE.ID | TAKENGON – Pemerintah pusat menggelontorkan dana stimulan sebesar Rp32.175.000.000 untuk membantu 1.680 kepala keluarga di Kabupaten Aceh Tengah yang rumahnya rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Bantuan tersebut diserahkan secara daring dan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat 13 Februari 2026.
Dari total anggaran tersebut, rinciannya, rusak sedang 465 unit × Rp30.000.000 = Rp13.950.000.000. Rusak ringan 1.215 unit × Rp15.000.000 = Rp18.225.000.000
Seluruh dana ditransfer langsung ke rekening penerima melalui Bank Himbara BSI, memastikan bantuan diterima utuh tanpa perantara.
Bupati Haili Yoga menyebut, tidak ada potongan dalam proses pencairan bantuan tersebut.
“Tidak ada potongan, tidak ada imbalan kepada petugas. Dana ini sepenuhnya untuk masyarakat memperbaiki rumahnya,” tegasnya di Lapangan Setdakab Aceh Tengah.
Data pemerintah mencatat, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tengah menyebabkan 4.221 unit rumah terdampak, dengan rincian rusak berat 2.169 unit, Rusak sedang 500 unit dan rusak ringan 1.552 unit.
Bantuan stimulan tahap ini difokuskan untuk kategori rusak ringan dan sedang, sementara rumah rusak berat ditangani melalui skema berbeda.
Sebagai langkah percepatan pemulihan, pemerintah telah membangun 1.039 unit hunian sementara (huntara) bagi warga dengan rumah rusak berat.
Selain itu, 960 penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) telah diproses agar masyarakat tetap memiliki tempat tinggal layak selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Perwakilan BNPB pusat, Brigjen Mohammad Syech Ismed, menyebut, bantuan stimulan ini khusus untuk perbaikan rumah rusak ringan dan sedang.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden melalui Menko PMK bahwa rumah yang belum terdata tetap memiliki peluang masuk tahap berikutnya setelah proses verifikasi ulang.
“Bagi masyarakat yang belum terdata, jangan khawatir. Akan diverifikasi dan diajukan pada tahap selanjutnya,” ujarnya.
Dengan total kombinasi anggaran yang mengalir ke Aceh Tengah mencapai lebih dari Rp40 miliar, pemulihan pascabencana dilakukan bertahap, terukur, dan berbasis data.
Laporan | Karmiadi












