ADVERTISEMENT

Bagaimana Peringatan HUT Ke-449 Kota Takengon Pasca Bencana, Begini Kata Sekda

HARIE.ID | TAKENGON — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-449 Kota Takengon tahun ini berlangsung dalam suasana berbeda.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya perayaan 17 Februari identik dengan rangkaian agenda adat dan budaya yang meriah, kali ini pemerintah memilih langkah lebih bijak di tengah fase pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada akhir November 2025 lalu.

Ditilik dari tradisi, peringatan hari jadi Kota Takengon biasanya diawali dengan ritual adat ulu rintah, (pertanggungjawaban secara adat), dilanjutkan Sidang Paripurna Istimewa DPRK, kemudian dirangkaikan dengan berbagai kegiatan budaya seperti Pacuan Kuda Tradisional Gayo di Lapangan Blang Bebangka, Pegasing, karnaval budaya, hingga malam resepsi HUT Kota Takengon.

BACA JUGA

Namun, kondisi sosial masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih. Warga korban bencana masih berjuang menata kembali kehidupan mereka. Pemerintah daerah pun tengah memprioritaskan percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) serta persiapan hunian tetap (Huntap), agar masyarakat dapat menjalani bulan suci Ramadhan dengan lebih tenang dan bermartabat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Mursyid, mengatakan, peringatan HUT ke-449 tetap digelar, namun secara terbatas.

“Insya Allah peringatan HUT Kute Takengon Sidang Paripurna Istimewa dilaksanakan tanggal 17 Februari di DPRK,” ujar Mursyid saat dikonfirmasi, Sabtu 14 Februari 2026.

Ia menjelaskan, untuk kegiatan yang bersifat seremonial dan hiburan rakyat akan ditunda hingga setelah Idul Fitri.

Pemerintah ingin memastikan fokus utama saat ini tetap pada pemulihan sosial dan infrastruktur masyarakat terdampak.

“Karena saat ini sedang dalam tahap transisi pemulihan, nanti kita akan gelar rapat untuk membahas kegiatan apa saja yang akan dilakukan, seperti karnaval budaya, Pacuan Kuda dan lainnya, apakah nanti akan digelar,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT