ADVERTISEMENT

Nahkodai PPP Aceh Tengah, Sastra Mahyadi Siap Besarkan Partai Ka’bah

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Sastra Mahyadi (Photo/HR)

ACEH TENGAH | HARIE.ID – Peta kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Aceh Tengah memasuki babak baru.

Sastra Mahyadi resmi didapuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Aceh Tengah periode 2026–2031 usai Musyawarah Cabang (Muscab) X yang digelar di Hotel Gayo Petro, Takengon, Senin 06 Juli 2026.

Penetapan Sastra Mahyadi berlangsung secara aklamasi melalui mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP.

BACA JUGA

Dalam Muscab tersebut, forum tidak memilih ketua secara langsung, melainkan membentuk tim formatur yang terdiri dari unsur DPP, DPW, dan perwakilan PAC untuk menyusun kepengurusan baru.

Nama Sastra Mahyadi bukan sosok baru dalam dinamika politik Aceh Tengah. Politisi yang kini menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) I itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia legislatif.

Pada Pemilu Legislatif 2024, Sastra tampil sebagai peraih suara terbanyak dari PPP di Dapil I dengan raihan 1.666 suara, unggul 341 suara atas Desi Novita Andriany yang memperoleh 1.325 suara.

Hasil tersebut mengantarkannya kembali ke kursi DPRK sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu figur berpengaruh di internal partai.

Karier politik Sastra sendiri telah terbangun sejak periode 2014–2019.

Saat itu ia melenggang ke DPRK melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dari Dapil III.

Kini, perjalanan politiknya memasuki fase baru setelah dipercaya memimpin Partai Ka’bah di Aceh Tengah.

Saat dikonfirmasi Harie.id,, Sastra Mahyadi menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya.

Menurutnya, kepercayaan tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk mengembalikan daya saing PPP sebagai kekuatan politik yang semakin diperhitungkan di Aceh Tengah.

“Alhamdulillah, ini adalah amanah yang harus saya pertanggung jawabkan, bukan hanya kepada partai, tetapi juga kepada seluruh kader dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada PPP. Tugas kami ke depan adalah membangun soliditas, memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput, dan memastikan PPP hadir sebagai rumah besar yang mampu merangkul seluruh elemen,” ujar Sastra, Selasa 07 Juli 2026.

Ia berujar, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, memperluas jaringan kaderisasi, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk ikut membesarkan partai.

“Bagi saya, membangun partai tidak cukup hanya mempertahankan yang sudah ada. PPP harus tumbuh, memperluas sayap, melahirkan kader-kader baru, dan menjadi kekuatan politik yang mampu menawarkan gagasan serta solusi bagi masyarakat Aceh Tengah,” katanya.

Saat ini PPP memiliki dua kursi di DPRK Aceh Tengah yang ditempati oleh Sastra Mahyadi dan Fauzan.

Meski memiliki representasi terbatas di parlemen, Sastra optimistis partainya memiliki peluang besar untuk berkembang jika seluruh kader bergerak dengan semangat kebersamaan.

“Kami ingin menjadikan PPP sebagai partai yang semakin dekat dengan masyarakat. Politik harus menghadirkan manfaat, mendengar aspirasi rakyat, dan memperjuangkannya melalui kerja-kerja yang terukur. Itu komitmen yang akan kami bangun bersama seluruh kader,” tegasnya.

Sesuai mekanisme organisasi, tim formatur diberikan waktu selama 20 hari untuk menyusun komposisi kepengurusan DPC PPP Aceh Tengah sebelum diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk disahkan.

Setelah itu, kepengurusan baru memiliki waktu satu bulan untuk menuntaskan pembentukan kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT