ADVERTISEMENT

Polisi Cek Kelangkaan Semen, Warga Aceh Tengah Diimbau Tak Panic Buying

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

ilustrasi semen langka (Photo/Net)

TAKENGON | HARIE.ID – Polres Aceh Tengah turun memantau harga dan ketersediaan semen di sejumlah toko bangunan setelah pasokan mulai menipis dan harga cenderung mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Masyarakat dihimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) serta mengingatkan pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan maupun permainan harga.

Hal itu dikatakan Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.IK, MH, melalui Kasat Intelkam, Iptu Denny Dharmawan, SH, MH, C.PS di saat mengecek sejumlah toko bangunan yang berada di Kecamatan Lut Tawar dan Kecamatan Bebesen.

BACA JUGA

Pengecekan dilakukan untuk memperoleh gambaran riil mengenai kondisi stok, pola distribusi, hingga perkembangan harga semen yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Dari hasil monitoring, polisi menemukan sebagian toko bangunan mengalami keterbatasan stok, bahkan beberapa di antaranya mengaku sudah tidak memiliki persediaan semen selama beberapa minggu terakhir.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari distributor, terganggunya jalur distribusi darat maupun laut, serta meningkatnya kebutuhan material bangunan untuk mendukung proses rehabilitasi dan pembangunan pascabencana di berbagai daerah.

Selain pasokan yang terbatas, harga semen juga mengalami kenaikan dibandingkan harga normal.

Namun, berdasarkan keterangan para pemilik toko kata Iptu Denny, kenaikan itu terjadi karena harga tebus dari distributor serta biaya distribusi yang ikut meningkat, sehingga bukan disebabkan oleh kebijakan sepihak dari para pedagang.

Ia menghimbau masyarakat agar menyikapi kondisi tersebut dengan bijak dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.

“Pembelian secara berlebihan justru dapat memperburuk ketersediaan barang di pasaran dan berdampak pada masyarakat lain yang juga membutuhkan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengingatkan distributor, agen, maupun pemilik toko bangunan agar tidak melakukan penimbunan atau praktik penjualan yang bertentangan dengan ketentuan hukum demi memperoleh keuntungan yang tidak wajar.

“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan perkembangan harga bahan bangunan bersama pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan pasokan tetap berjalan dan tidak terjadi penyimpangan di lapangan,” katanya.

Masyarakat juga diminta tetap memilih bahan bangunan yang memenuhi standar kualitas dan tidak mudah tergiur membeli produk yang tidak jelas asal-usul maupun mutunya hanya karena stok di pasaran sedang terbatas.

Pihaknya memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi terhadap hambatan distribusi sehingga kebutuhan semen bagi masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Aceh Tengah dapat kembali terpenuhi.

“Kami mengajak masyarakat berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan dugaan penimbunan, permainan harga yang tidak wajar, ataupun penyimpangan distribusi semen agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Iptu Denny.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT