HARIE.ID | TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mendorong pengembangan perfilman daerah melalui Workshop Sinema Rakyat yang mempertemukan pemerintah, sineas, komunitas, dan generasi muda untuk mengolah cerita lokal menjadi karya film yang bernilai.
Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama mengatakan, perfilman tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi memiliki peran dalam merekam kehidupan masyarakat sekaligus memperkenalkan budaya dan potensi daerah.
Hal itu disampaikan Erwin dalam kegiatan Workshop Sinema Rakyat yang menghadirkan sejumlah pelaku perfilman, di antaranya Direktur Film, Animasi dan Video Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Doni Setiawan, sutradara dari Badan Perfilman Indonesia (BPI) Arfan Sabran, serta sutradara sekaligus Founder Wanavisual, Anggi Kurniawan.
Menurut Erwin, Aceh Tengah memiliki kekayaan cerita yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya karya-karya sinema.
Mulai dari kehidupan masyarakat, adat dan tradisi, seni, sejarah hingga berbagai dinamika sosial di tengah masyarakat.
“Setiap daerah memiliki cerita yang unik dan berharga. Kehidupan masyarakat, adat istiadat, seni, tradisi, sejarah, hingga persoalan sosial merupakan sumber inspirasi yang dapat diolah menjadi karya film yang bermakna,” ujar Erwin, Jum’at 18 September 2026.
Ia berharap, workshop tersebut tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi menjadi ruang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman sekaligus keberanian memulai proses kreatif.
Erwin menilai, karya besar tidak selalu lahir dari gagasan yang rumit. Justru, cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat menjadi karya yang kuat apabila digarap dengan kesungguhan.
Karena itu, peserta Workshop Sinema Rakyat didorong untuk memanfaatkan lingkungan dan realitas sosial di sekitarnya sebagai bahan cerita.
“Jangan takut untuk memulai, karena karya besar sering kali lahir dari ide sederhana yang dikerjakan dengan kesungguhan,” katanya.
Selain penguatan kapasitas peserta, Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku seni, generasi muda, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan perfilman daerah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar ekosistem perfilman di daerah tidak berjalan sendiri-sendiri dan memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang.
Erwin berharap Workshop Sinema Rakyat dapat melahirkan gagasan-gagasan kreatif baru sekaligus menjadi pijakan awal bagi tumbuhnya sineas muda dari Aceh Tengah.
“Semoga workshop ini memberikan manfaat, melahirkan ide-ide kreatif, serta menjadi langkah awal bagi tumbuhnya sineas-sineas muda yang mampu membawa cerita lokal ke tingkat yang lebih luas,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











