ADVERTISEMENT

Kebakaran Pasar Jagong Jeget Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Rp20 Miliar

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Kebakaran Jagong Jeget, Aceh Tengah (Photo.Ist)

TAKENGON | HARIE.ID — Kebakaran hebat yang melanda Pasar Jagong Jeget, Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, menghanguskan 96 pintu kios atau unit bangunan milik 72 kepala keluarga.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan kerugian tersebut mencakup bangunan kios beserta seluruh barang dan isi di dalamnya yang ikut dilalap api.

“Kerugian jumlah bangunan yang sudah kami sampaikan Rp20 miliar, karena dari jumlah bangunan yang di sini juga termasuk segala isi bangunannya hangus terbakar,” kata Andalika saat dikonfirmasi Minggu 09 Agustus 2026 malam di Jagong Jeget.

BACA JUGA

Selain kios dan rumah, kobaran api juga menghanguskan sejumlah kendaraan. Sedikitnya empat unit kendaraan roda empat dilaporkan terbakar, disusul sejumlah kendaraan roda dua yang berada di sekitar lokasi.

“Pemiliknya sedang tidak berada di lokasi,” ujarnya.

Andalika menyebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dua warga mengalami luka akibat kepanikan saat kebakaran dan telah dirujuk ke RSUD Datu Beru Takengon untuk mendapatkan penanganan medis.

Besarnya kobaran api dipengaruhi konstruksi bangunan kios yang sebagian besar berbahan papan dan berdiri sangat rapat.

Kondisi tersebut diperparah hembusan angin yang cukup kencang sehingga api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

BPBD Aceh Tengah mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran tersebut.

Dua unit berasal dari pos pemadam kebakaran Kecamatan Jagong Jeget, satu unit mendapat bantuan dari pos pemadam Kecamatan Atu Lintang, serta dua unit lainnya dikerahkan dari posko induk BPBD.

Andalika menjelaskan, keterbatasan armada di Kecamatan Jagong Jeget menjadi salah satu tantangan dalam penanganan awal kebakaran.

Pos damkar di kecamatan tersebut saat ini hanya memiliki satu unit armada.

Meski demikian, petugas terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar pasar

“Sebanyak empat unit armada damkar yang diturunkan oleh BPBD Aceh Tengah,” jelasnya.

Menurut Andalika, petugas pada akhirnya lebih memprioritaskan pengendalian api di sisi-sisi kawasan kebakaran untuk mencegah rambatan lebih luas.

Terkait penyebab kebakaran, Andalika mengatakan informasi awal mengarah pada dugaan korsleting listrik. Namun, titik awal api belum dapat dipastikan.

“Dugaan sementara dari korsleting listrik, namun dari bangunan mana sumbernya juga belum kita ketahui. Ini dalam penyelidikan pihak berwenang,” katanya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT