ADVERTISEMENT

PMI Antar Bantuan ke Korban Kebakaran Jagong Jeget, Fauzan: Mereka Tidak Boleh Merasa Sendiri

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

PMI Aceh Tengah saat menyalurkan bantuan masa panik untuk korban kebakaran Jagong Jeget (Photo.Ist)

TAKENGON | HARIE.ID — Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan masa panik kepada 64 kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran hebat di Jagong Jeget, Aceh Tengah, Senin 10 Agustus 2026.

Bantuan tersebut diantar langsung oleh Plt Wakil Ketua PMI, Fauzan bersama pengurus dan relawan PMI Aceh Tengah sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan rumah, harta benda hingga sumber penghidupan akibat kebakaran.

Menurut Fauzan, dari 64 KK penerima bantuan tersebut, terdapat 20 KK yang memiliki balita.

BACA JUGA

Karena itu, bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan umum keluarga, tetapi juga kebutuhan khusus anak-anak.

“Di antara 64 kepala keluarga itu, ada 20 keluarga yang memiliki balita. Jadi kita juga memberikan perlengkapan yang memang dibutuhkan untuk mereka,” ujar Fauzan.

Paket bantuan masa panik tersebut antara lain berisi sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, minyak goreng, popok bayi serta jilbab.

Selain paket untuk keluarga, PMI juga menyalurkan sejumlah kebutuhan pendukung bagi warga terdampak dan dapur umum.

Bantuan itu meliputi lima unit drum berkapasitas 3.000 liter, terpal serta paket bungkus makanan untuk mendukung aktivitas dapur umum di lokasi pengungsian.

Fauzan mengatakan, bantuan masa panik merupakan bagian kecil dari upaya meringankan beban warga setelah musibah.

Baginya, ketika seseorang kehilangan rumah dan harta benda dalam waktu singkat, kebutuhan mereka bukan hanya soal barang yang harus segera diganti, tetapi juga rasa bahwa masih ada orang lain yang peduli dan berdiri bersama mereka.

“Ketika warga sedang berada dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kita mungkin tidak bisa mengganti semua yang telah hilang, tetapi kita bisa hadir dan membantu meringankan apa yang bisa kita ringankan,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga selama berada dalam masa pengungsian maupun proses pemulihan.

Terlebih kata dia, keberadaan balita di tengah keluarga terdampak membuat kebutuhan dasar seperti kebersihan, makanan dan perlengkapan anak menjadi perhatian penting.

“Kita ingin bantuan ini benar-benar menyentuh kebutuhan mereka. Ada kebutuhan keluarga, ada kebutuhan balita, ada kebutuhan dapur umum. Semoga sedikit yang kita bawa ini bisa memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di Jagong Jeget,” ujar Fauzan.

Ia juga mengajak berbagai pihak untuk terus memberikan perhatian kepada korban kebakaran. Menurutnya, pemulihan masyarakat tidak selesai ketika api telah padam.

“Api memang sudah padam, tetapi perjuangan masyarakat untuk bangkit belum selesai. Karena itu, kepedulian juga jangan berhenti. Mari kita sama-sama menemani mereka sampai mereka kembali mampu menata kehidupannya,” pungkas Fauzan.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT