ADVERTISEMENT

Akses Jalur KKA Belum Tersentuh Alat Provinsi, Anggota DPRK Hanafiah Minta Gubernur Turun Tangan

HARIE.ID | TAKENGON – Harapan masyarakat terhadap janji Pemerintah Aceh untuk menuntaskan pembukaan akses jalur Lhokseumawe–Bener Meriah dalam satu minggu masih jauh dari kenyataan.

Hingga hari ini, belum satu pun alat berat dari Pemerintah Provinsi hadir di lokasi untuk mengevakuasi badan jalan yang tertimbun longsor.

Kondisi ini membuat akses KKA menjadi satu-satunya jalur vital yang diandalkan warga Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Lhokseumawe untuk mobilitas harian, pasokan logistik, dan distribusi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA

Anggota DPRK Aceh Tengah, Hanafiah, sangat kecewa. Ia meminta Gubernur Aceh segera mempercepat penanganan kerusakan akses jalan tersebut.

“Pak Wakil Gubernur sudah memberi statemen jalur Lhokseumawe–Bener Meriah diselesaikan dalam satu minggu. Tapi kenyataannya, sampai hari ini belum ada satu pun alat dari provinsi yang turun,” ujar Hanafiah, Senin 08 Desember 2025 saat berada di lokasi akses KKA.

Ia mengatakan, saat ini pekerjaan hanya mengandalkan 5 unit alat berat milik Pemda Bener Meriah dan relawan, yang bekerja siang malam agar jalur tidak benar–benar lumpuh.

Selain itu, pagi tadi satu unit excavator dari Dinas PUPR Aceh Tengah dilaporkan sudah dimobilisasi menuju Bener Meriah untuk mempercepat proses pembukaan akses.

“Harapan masyarakat hanya satu, jalur KKA jangan dibiarkan terputus. Kami mengawal penuh mobilisasi alat PU Aceh Tengah ke Bener Meriah. Tapi upaya ini tidak akan maksimal tanpa dukungan provinsi. Kami mohon Pak Gubernur segera kirim alat tambahan,” timpalnya

Menurut Hanafiah, terganggunya jalur KKA bukan sekadar persoalan transportasi, tetapi berdampak luas terhadap perekonomian, pasokan bahan pangan, kebutuhan medis, hingga aktivitas harian ribuan warga yang menggantungkan hidup di jalur tersebut.

Ia berharap Pemerintah Aceh benar-benar hadir dengan tindakan, bukan sekadar pernyataan.

“Ini situasi darurat. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan. Kami tidak ingin janji tinggal janji,” tambahnya.

Saat ini masyarakat berharap penanganan lebih cepat agar jalur yang menjadi urat nadi dua kabupaten ini kembali normal dan aman dilalui.

“Supaya Aceh Tengah – Bener Meriah tidak menjadi daerah terisolir,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT