ADVERTISEMENT

Peternak Ambil Alih Pacuan Kuda, Digelar Mandiri Pasca Idul Adha, Buka Donasi untuk Korban Bencana

Pacuan kuda tradisional Gayo di Aceh Tengah digelar mandiri oleh peternak, tanpa dana APBK. Siap kolaborasi dan galang donasi bencana.

HARIE.ID | TAKENGON – Event pacuan kuda tradisional di Aceh Tengah tetap akan digelar, meski sebelumnya agenda resmi pemerintah daerah dibatalkan.

Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh para pemilik kuda, peternak, serta pelaku UMKM secara mandiri.

Salah satu penggagas, Aldi Yoga berujar, penyelenggaraan event tersebut tidak memiliki tendensi politik maupun upaya menyudutkan pihak manapun, termasuk pemerintah daerah.

BACA JUGA

“Ini murni inisiatif peternak kuda. Tidak membawa bendera organisasi atau kepentingan tertentu,” kata Aldi kepada Harie.id, Kamis 23 April 2026.

Ia menambahkan, pihaknya justru membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan event budaya tersebut.

“Kami siap berkolaborasi dengan siapa saja demi kelancaran kegiatan ini,” ujarnya.

Tak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, pacuan kuda ini menurut dia, direncanakan memiliki nilai sosial.

Panitia membuka peluang penggalangan donasi untuk membantu korban bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah.

Aldi memastikan, kegiatan ini tidak menggunakan anggaran pemerintah atau APBK. Seluruh pembiayaan berasal dari inisiatif dan partisipasi para peternak serta pelaku usaha lokal.

“Tidak ada dana daerah yang digunakan. Ini murni dari kami,” tegasnya.

Event dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, usai Idul Adha 1447 Hijriah.

Saat ini, persiapan disebut telah mencapai sekitar 60 persen, sembari menunggu proses perizinan rampung.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membatalkan seluruh rangkaian perayaan HUT ke-449 Kota Takengon, termasuk pacuan kuda tradisional Gayo yang semula direncanakan digelar di Blang Bebangka, Pegasing.

Agenda tersebut sempat dianggarkan sekitar Rp480 juta melalui skema pihak ketiga, namun urung dilaksanakan setelah memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT