HARIE.ID | TAKENGON – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan para pendahulu bangsa, tetapi juga menjadi momen untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Hal itu disampaikan Fauzan dalam refleksi Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.
Menurut Fauzan, kebangkitan bangsa di era modern tidak lagi hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, dalam menciptakan inovasi, menghadirkan kreativitas, dan menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.
“Semangat kebangkitan nasional harus diterjemahkan dalam bentuk karya nyata. Anak-anak muda harus berani menjadi pelopor perubahan melalui inovasi dan kreativitas yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Fauzan, Rabu 20 Mei 2026.
Ia menilai, perkembangan teknologi dan arus globalisasi telah membuka peluang yang sangat besar bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan kapasitas dan kemampuannya.
Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas diri agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Karena itu, Fauzan mendorong para pemuda untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus belajar. Pemuda adalah aset terbesar bangsa dalam menghadapi masa depan,” katanya.
Di tengah derasnya pengaruh budaya global, Fauzan juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat nasionalisme sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia. Menurutnya, kecintaan terhadap bangsa harus tetap menjadi nilai yang melekat dalam setiap langkah pembangunan dan kemajuan teknologi.
Ia menegaskan, nasionalisme bukan hanya diwujudkan melalui simbol-simbol kebangsaan, melainkan melalui kontribusi nyata untuk kemajuan daerah dan negara.
“Menjadi nasionalis hari ini berarti memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, menjaga persatuan, serta berkontribusi melalui karya dan prestasi. Indonesia membutuhkan generasi muda yang bangga terhadap identitas bangsanya sekaligus mampu bersaing di panggung dunia,” tegasnya.
Fauzan berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional berbicara arah masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang memiliki semangat juang, kreativitas, dan komitmen untuk terus bergerak maju.
“Jika para pemuda bangkit, berinovasi, dan menjaga semangat nasionalisme, maka Indonesia akan memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan disegani di masa depan,” pungkas Fauzan.
Laporan | Karmiadi











