ADVERTISEMENT

Rangkap Jabatan, Fahrijal Sebut Plt Kadisdikbud Aceh Tengah Tak Fokus Urus Pendidikan

HARIE.ID | TAKENGON – Polemik memilukan terkait siswa SMP Negeri 32 Takengon yang terpaksa belajar di lantai karena ketiadaan bangku dan meja dianggap hal yang sangat memilukan di mata Fahrijal Kasir.

Politisi dari Dapil III Aceh Tengah ini menyebut, kondisi ini sebagai bukti lemahnya manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah.

“Kami di Komisi A yang menjadi mitra kerja langsung BKPSDM tentu melihatnya dari kacamata manajemen SDM. Dinas Pendidikan punya postur anggaran yang gemuk dan struktur organisasi yang besar, tapi bisa luput dari hal-hal paling mendasar seperti ini,” ujar Fahrijal saat dimintai keterangannya, Jum’at 08 Agustus 2025.

BACA JUGA

Fahrijal mempertanyakan efektivitas pengelolaan yang ada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengingat lembaga tersebut membawahi ratusan satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP di seluruh Aceh Tengah.

“Coba dihitung, berapa jumlah TK, SD, dan SMP di bawah naungan dinas itu? Tapi yang paling ironis, dinas sebesar ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), bahkan satu orang rangkap jabatan memimpin dua dinas sekaligus, Dinas Pendidikan dan Inspektorat. Ini bukan isu sepele,” tegas Politisi Partai besutan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini.

Fahrijal mengaku sangat menyayangkan keputusan mutasi pejabat eselon II yang belum juga menetapkan kepala dinas definitif khusus untuk sektor pendidikan.

Padahal, kata dia, persoalan pendidikan bukan hanya soal program-program seremonial, tetapi menyentuh langsung kehidupan dan kenyamanan anak-anak didik di ruang kelas.

“Kami yakin masalah di SMPN 32 ini luput dari pantauan dinas, pengawas sekolah, dan bahkan kepala sekolah. Tapi begitu viral di media sosial, barulah dinas bergerak cepat memberikan solusi. Lucunya, ini terjadi saat tahun ajaran baru sudah dimulai sejak 14 Juli. Ini telat!” tandasnya.

Lebih jauh, Fahrijal berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tidak lagi menunda penunjukan kepala dinas definitif.

Menurutnya, institusi pendidikan tidak boleh dikelola setengah hati apalagi dengan manajemen yang tumpang tindih.

“Kalau pendidikan kita mau maju, mulailah dari pembenahan manajemen di dalam. Jangan sampai bangku dan meja saja harus viral dulu baru dicari solusinya,” pungkas Fahrijal.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT