ADVERTISEMENT

Netizen Minta Sahrial Abadi Terjun ke Dunia Politik, Begini Jawabannya?

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Sahrial Abadi (Photo/Ist)

HARIE.ID | REDELONG  – Sosok Syahrial Abadi hingga saat ini terus menjadi perbincangan publik setelah namanya disebut-sebut sebagai salah satu figur yang layak maju pada kontestasi politik mendatang.

Namun, pelopor pembukaan akses jalan Takengon–Bireuen, lintasan Tajuk Enang-Enang itu menegaskan, seluruh perjuangannya selama ini tidak pernah didasari kepentingan politik.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan saat membahas perjuangan pembukaan akses jalan Enang-Enang bersama Harie.id, Syahrial meminta masyarakat agar tidak mengaitkan gerakan sosial yang dilakukan bersama warga dengan agenda politik tertentu.

BACA JUGA

Menurutnya, upaya membuka kembali akses jalan yang sempat terputus akibat bencana merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib masyarakat yang selama berbulan-bulan menghadapi kesulitan mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok.

“Jangan dikaitkan dengan politik. Perjuangan ini lahir karena kebutuhan masyarakat dan rasa peduli terhadap kondisi yang sedang dihadapi warga,” tegas Sahrial.

Nama Syahrial Abadi dikenal luas setelah terlibat aktif dalam gerakan swadaya masyarakat membuka kembali akses jalan Tajuk Enang-Enang yang menghubungkan wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.

Di tengah keterbatasan penanganan pascabencana, masyarakat bahu-membahu mengumpulkan donasi, menyumbangkan tenaga, bahkan mengerahkan alat berat secara gotong royong demi membuka jalur yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Gayo.

Gerakan tersebut mendapat perhatian luas karena lahir dari semangat solidaritas masyarakat tanpa menunggu bantuan datang sepenuhnya dari pemerintah.

Bagi Syahrial, keberhasilan membuka akses jalan bukanlah prestasi individu, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap daerahnya.

Di tengah meningkatnya dukungan masyarakat yang menginginkan dirinya terjun ke dunia politik pada masa mendatang, Syahrial memilih bersikap hati-hati.

Ia menegaskan, apa yang dilakukannya selama ini tidak bertujuan mencari popularitas ataupun simpati politik.

Katanya, kepedulian terhadap masyarakat tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan kekuasaan karena dapat menimbulkan perpecahan dan salah persepsi di tengah masyarakat.

“Yang kami lakukan adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat. Tidak ada agenda tersembunyi di balik perjuangan ini,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan maju pada tahun 2031, Syahrial memilih tidak memberikan jawaban pasti.

Ia menilai perjalanan menuju waktu tersebut masih panjang dan banyak hal yang dapat terjadi di masa depan.

Baginya, keputusan terkait langkah politik bukanlah sesuatu yang bisa diputuskan secara sepihak. Jika suatu saat kesempatan itu datang, ia menegaskan perlu musyawarah dan pertimbangan matang demi memastikan bahwa setiap keputusan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.

“Masih jauh. Semua bergantung pada izin Allah dan bagaimana masyarakat melihatnya nanti. Yang terpenting hari ini adalah terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Pernyataan Syahrial Abadi menunjukkan sikap yang konsisten dengan prinsip perjuangan yang selama ini ia bangun melalui gerakan sosial pembukaan akses jalan Enang-Enang.

Di tengah derasnya arus politik dan meningkatnya dukungan publik, ia memilih menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Bagi banyak warga, sikap tersebut menjadi alasan mengapa namanya terus mendapat perhatian.

Namun bagi Syahrial sendiri, pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi tujuan utama, sementara urusan politik adalah persoalan yang akan ditentukan oleh waktu, musyawarah, dan kehendak masyarakat.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT