HARIE.ID | TAKENGON – Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi penghubung masyarakat Kecamatan Jagong Jeget, Atu Lintang, dan Linge dilaporkan mengalami kerusakan serius dan hingga kini belum mendapat penanganan memadai.
Salah satu masyarakat setempat, Samsul Bahri menyebut, ia terus menerima berbagai laporan dan keluhan langsung dari warga yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.
Menurut Samsul, kerusakan paling parah terlihat pada bagian lantai jembatan Bailey yang sudah terkelupas dan rusak.
Kerusakan itu disebut telah berlangsung cukup lama dan semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Banyak pengendara sepeda motor terjungkal saat melintasi jembatan tersebut. Kondisi lantainya rusak dan sangat berisiko, terutama saat hujan atau pada malam hari,” ujar Samsul Bahri, Jum’at 12 Juni 2026.
Ia menilai, keberadaan Jembatan Weh Ilang bukan sekadar fasilitas penghubung biasa.
Infrastruktur tersebut menjadi akses vital yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat dari tiga kecamatan sekaligus.
Setiap hari, warga dari Jagong Jeget, Atu Lintang, dan Linge menggantungkan aktivitas mereka pada jalur tersebut.
Karena itu, kerusakan yang terus dibiarkan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.
Samsul Bahri berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jembatan Weh Ilang.
Menurutnya, solusi yang dibutuhkan saat ini bukan hanya perbaikan sementara, melainkan pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh dan mampu melayani kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami ingin memiliki jembatan yang aman dan layak dilalui. Mengingat jembatan ini digunakan oleh masyarakat dari tiga kecamatan, sudah saatnya dibangun jembatan permanen yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Laporan | Karmiadi











