ADVERTISEMENT

Aceh Tengah dalam Bencana, Seorang Plt Kadis Menepi!

HARIE.ID | TAKENGON — Di saat Aceh Tengah bergulat dengan bencana hidrometeorologi yang menggerus ketahanan pangan dan memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat, kabar mundurnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan justru menyeruak ke ruang publik.

Nama itu adalah Subhan, S.Hut., MP, pejabat yang sebelumnya dipercaya mengisi jabatan strategis oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga.

Subhan yang berstatus sebagai Sekretaris Dinas Pangan ditunjuk sebagai Plt Kadis Pangan, namun belum lama mengemban amanah tersebut, ia dikabarkan mundur dari posisi Plt. Hingga kini, tidak diketahui secara terbuka apa dasar dan alasan pengunduran diri tersebut.

BACA JUGA

Yang menjadi sorotan, keputusan itu terjadi di tengah situasi darurat, saat Aceh Tengah dilanda bencana hidrometeorologi yang berdampak langsung pada sektor pangan, distribusi logistik, dan daya tahan masyarakat pedesaan.

Pada momentum krisis semacam ini, peran Dinas Pangan justru menjadi salah satu garda terdepan.

Mengapa jabatan strategis itu justru ditinggalkan saat dibutuhkan?

Diketahui, Subhan bukanlah figur sembarangan. Ia merupakan salah satu dari 219 pejabat eselon III dan IV yang dimutasi oleh Bupati Aceh Tengah pada Jum’at, 24 Oktober 2025 lalu.

Mutasi tersebut kala itu disebut sebagai langkah penyegaran birokrasi dan penguatan kinerja pemerintahan.

Sebelum berlabuh di Dinas Pangan, Subhan menjabat sebagai Kepala Bidang Penataan, Perlindungan, dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di DLHK-P Aceh Tengah.

Latar belakang keilmuan dan pengalamannya dinilai cukup relevan untuk menangani isu-isu lintas sektor, termasuk krisis pangan berbasis lingkungan.

Namun, pengunduran dirinya tanpa penjelasan, sehingga menimbulkan ruang spekulasi dan kekosongan narasi di tengah masyarakat.

Dalam kondisi normal, pergantian atau pengunduran pejabat mungkin hanya menjadi catatan administrasi. Tetapi dalam situasi bencana, setiap keputusan birokrasi memiliki dampak psikologis dan praktis bagi publik.

Dalam catatan redaksi Harie.id, Nama Subhan turut tercantum dalam Seleksi JPT Pratama Eselon II. Ia memilih Dinas Pangan sebagai pilihan utama dan BKPSDM sebagai pilihan kedua.

Kedua lembaga atau dinas yang ingin dia tuju dinyatakan memenuhi syarat oleh panitia seleksi.

Menghadapi musibah yang sering disebut Hidrometeorologi ini, yang paling berbahaya bukan hanya bencana alam, tetapi ketidak pastian dalam kepemimpinan.

Menurut informasi yang dihimpun, alasan Subhan mengundurkan diri dari Plt Kadis Pangan ditenggarai alasan kesehatan.

“Kami dengar terkait alasan kesehatan pribadi dan kesehatan orang tua menjadi faktor mengundurkan diri,” kata sumber terpercaya media ini enggan namanya ditulis.

Laporan | Arinos

BERITA TERKAIT