ADVERTISEMENT

Unik dan Inspiratif, Reje-Reje Kampung di Pegasing Adu Tilawah Al-Qur’an

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

HARIE.ID | TAKENGON — Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, mencatat sejarah baru dengan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) khusus bagi unsur Forkopimcam dan para reje kampung.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pegasing itu disebut sebagai yang pertama digelar di lingkungan pemerintahan kecamatan di Aceh Tengah.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, membuka langsung kegiatan tersebut dan menyebut MTQ itu sebagai langkah positif dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membudayakan membaca Al-Qur’an di lingkungan kerja pemerintahan.

BACA JUGA

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antar elemen lembaga di Kecamatan Pegasing untuk mendukung syiar Islam dan membudayakan membaca Al-Qur’an di lingkungan kerja,” kata Muchsin Hasan, Selasa 12 Mei 2026.

MTQ tersebut diikuti 58 peserta yang terdiri dari anggota DPRK Aceh Tengah Dapil 2, camat dan unsur Forkopimcam Pegasing, para reje kampung, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Perlombaan hanya mempertandingkan satu cabang, yakni Tilawah Al-Qur’an.

Camat Pegasing, Arisa Putra, menjelaskan kegiatan itu lahir dari diskusi bersama para reje kampung pascabencana yang sebelumnya berencana menggelar kegiatan trauma healing bagi masyarakat.

“Pelaksanaan kegiatan ini bermula dari duduk bersama reje-reje pasca bencana untuk melaksanakan perlombaan dalam rangka trauma healing pasca bencana, dan tercetuslah kegiatan perlombaan MTQ Forkopimcam dan forum reje,” ujar Arisa.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antar pemangku kepentingan di Kecamatan Pegasing setelah menghadapi masa sulit akibat bencana.

Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari Masjid Agung Ruhama, termasuk Imam Masjid Agung Ruhama, Azhar Azis, bersama tim penilai lainnya.

Wakil Bupati Muchsin Hasan menilai kegiatan seperti itu perlu diterapkan di kecamatan lain di Aceh Tengah. Ia bahkan meminta para camat menjadikan MTQ antar lembaga sebagai agenda rutin tahunan.

“Kegiatan seperti ini kita harapkan dapat dicontoh oleh para camat lainnya sehingga nantinya dapat menjadi kegiatan rutin di kecamatan. Tidak perlu dana besar ataupun mewah, tetapi menjadi upaya menjaga nilai-nilai Islam di lingkungan kerja,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan gemar membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang terus digaungkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, perwakilan DPMK Aceh Tengah, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Pegasing yang sekaligus menjadi peserta dalam perlombaan tersebut.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT