HARIE.ID | TAKENGON — Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menyoroti ancaman perkembangan digital terhadap generasi muda saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Sekdakab setempat, Rabu 20 Mei 2026.
Dalam momentum tersebut, Muchsin Hasan berujar, tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya soal mempertahankan wilayah dan sumber daya alam, tetapi juga menjaga kualitas mental, moral, dan karakter generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Anak-anak hari ini hidup di era teknologi tanpa batas. Kalau tidak dijaga, ruang digital bisa menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa,” ujar Muchsin Hasan saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Menurutnya, perkembangan media sosial dan platform digital membawa dua sisi sekaligus, yakni membuka peluang besar dalam pendidikan dan informasi, namun juga menghadirkan ancaman berupa penyebaran konten negatif, kecanduan gadget, hingga menurunnya interaksi sosial di kalangan anak-anak dan remaja.
Karena itu, tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Muchsin Hasan mengatakan, menjaga generasi muda bukan hanya tugas keluarga dan sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Ia menyebut generasi muda sebagai aset utama negara yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan.
“Kalau tunas bangsa rusak karena pengaruh negatif digital, maka yang terancam bukan hanya individu, tetapi masa depan negara,” katanya.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan langkah pemerintah pusat dalam melindungi anak-anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.
Melalui kebijakan itu, pemerintah resmi menunda akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai upaya menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan sesuai dengan usia tumbuh kembang anak.
Muchsin Hasan menilai kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menghadapi dampak perkembangan teknologi yang semakin sulit dikendalikan.
“Teknologi harus dimanfaatkan untuk kemajuan, bukan justru merusak karakter generasi muda. Karena itu literasi digital dan pengawasan orang tua menjadi sangat penting,” tegasnya.
Selain menyoroti ancaman digital, Muchsin Hasan juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program strategis nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis.
Ia menilai pembangunan kualitas manusia harus berjalan seimbang antara kecerdasan intelektual, kesehatan, dan pembentukan karakter.
Menutup sambutannya, Muchsin Hasan mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menyalakan semangat kebangkitan nasional dengan menjaga persatuan, meningkatkan literasi digital, dan melindungi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman.
“Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Mari bersama menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara,” pungkasnya.
Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Aceh Tengah berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Laporan | Karmiadi











