HARIE.ID | TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tengah berpacu dengan waktu untuk memenuhi syarat pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Garuda yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Salimsyah mengatakan, pihaknya saat ini sedang melengkapi seluruh dokumen administrasi, termasuk penyediaan lahan seluas 20 hingga 30 hektare sebagai syarat utama pembangunan sekolah terintegrasi tersebut.
“Sedang berproses. Kalau ini lepas mungkin bukan hanya kepala dinas kecewa,” kata Salimsyah kepada wartawan beberapa waktu lalu, saat menghadiri kegiatan “Bemunge” di SMPN 23 Takengon.
Ia meberujar, kementerian memberikan waktu hanya satu minggu kepada daerah untuk melengkapi seluruh berkas yang dibutuhkan.
“Saya diminta waktu satu minggu oleh kementerian untuk melengkapi berkas ini. Kami diminta mencari lahan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah hanya bertugas menyediakan lahan, sementara seluruh pembangunan fisik hingga sistem manajemen sekolah akan ditangani langsung oleh pemerintah pusat.
“Dibangun oleh pusat, semua manajemen dari pusat termasuk gurunya. Guru kita di sini juga akan diseleksi untuk masuk,” tambahnya.
Diketahui, program Sekolah Nasional Terintegrasi ini dirancang menjadi model baru pendidikan di Indonesia dengan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan modern.
Setiap sekolah akan dibangun di atas lahan sekitar 20 hektare dengan dukungan anggaran mencapai Rp150 miliar untuk satu titik lokasi.
Untuk jenjang SMP sendiri, pemerintah pusat disebut menyiapkan sekitar 100 paket pembangunan pada tahun ini.
Program tersebut menggunakan sistem “first come, first serve”, di mana daerah yang paling cepat memenuhi syarat administrasi dan penyediaan lahan akan lebih dahulu diproses.
Verifikasi dan validasi data telah dimulai sejak Maret lalu, sementara surat resmi dari Menteri Pendidikan telah dilayangkan kepada seluruh kepala dinas pendidikan di Indonesia.
Sekolah terintegrasi ini nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas modern berstandar internasional seperti Smart Classroom, Green School, World Class Laboratory, hingga Future Library.
Selain itu, tersedia pula pusat pelatihan guru di dalam kawasan sekolah, fasilitas olahraga standar internasional seperti lapangan sepak bola, basket, dan voli, hingga Creative Art dan Studio untuk mendukung pengembangan bakat seni siswa.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas, terutama di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.
Pemerintah pusat bahkan menargetkan pembangunan sekitar 500 sekolah terintegrasi di seluruh Indonesia, jauh lebih banyak dibanding Sekolah Garuda yang hanya direncanakan sebanyak 20 unit dan Sekolah Rakyat sekitar 160 unit.
Jika Aceh Tengah berhasil memenuhi seluruh persyaratan dalam waktu yang ditentukan, daerah berhawa sejuk di dataran tinggi Gayo itu berpeluang menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan sekolah masa depan berstandar nasional tersebut.
Laporan | Karmiadi











